Rabu, 16 September 2015

Bantu Para pengungsi Syria Lewat Qurban

Harga Hewan Qurban Termurah dari Bukalapak.com dan Global Qurban

Kurang dari sepekan ke depan, publik dunia akan menyambut gempita dari perayaan Idul Qurban. Perayaan khidmat penuh keberkahan itu sudah ditunggu oleh jutaan muslim di dunia. Mulai pekan-pekan kemarin, sudah banyak berjejer di pinggiran jalan penjual hewan qurban dengan kualitas hewan ternak yang bermacam dengan harga yang bervariasi pula. Namun rata-rata hewan qurban yang dijual di tahun ini punya kecenderungan harga yang melonjak. Bahkan bisa tembus hingga di atas Rp. 2 juta rupiah untuk seekor kambing, dan 9 juta rupiah untuk sapi qurban.

Melihat tren harga hewan qurban itu, tengoklah bagaimana strategi ciamik nan berani dari BukaLapak.com bekerjasama dengan Global Qurban mampu menawarkan harga kambing qurban jauh di bawah standar pasar? Bahkan menjadi hewan qurban termurah di seluruh Indonesia. Lihat saja di laman ini betapa strategi marketing dari BukaLapak.com dan Global Qurban ingin menggerakkan hati umat muslim di Indonesia untuk menunaikan qurban dengan harga termurah dan kualitas ternak terbaik. berbagi kebahagiaan qurban walau dengan ongkos paling terjangkau.

BukaLapak.com dan Global Qurban dengan berani dan percaya diri mampu menawarkan hewan qurban termurah seharga Rp 1,5 juta dengan proses pembelian online melalui sistem BukaLapak.com, kemudian diproses dan didistribusikan melalui jaringan luas Global Qurban.

Syaratnya dan ketentuannya pun sangat mudah dan menguntungkan calon pequrban tanpa harus merepotkan. Qurban Special bersama Bukalapak.com, hanya Rp. 1,5 juta untuk 1 ekor kambing (1/7 sapi), pembelian maksimal tujuh (7) ekor kambing untuk satu orang pequrban / 1 akun (tidak berlaku kelipatan).

Harga Rp. 1,5 juta itu pun sudah termasuk biaya operasional: sosialisasi, penyediaan hewan, pemotongan, distribusi, dokumentasi dan pelaporan. Nantinya Global Qurban akan mengirimkan Sertifikat Pembelian Qurban sebagai bukti bahwa Anda terdaftar sebagai pequrban 2015 di Global Qurban.

Lalu di hari pemotongan qurban nanti, Anda sebagai pequrban di BukaLapak.com dan Global Qurban akan menerima laporan dari Global Qurban berupa :
  1. Laporan Pemotongan dan Distribusi melalui sms, akan diberikan sesaat setelah hewan Qurban anda dipotong dan di distribusikan.
  2. Laporan lengkap melalui email atau Hard Copy berupa : Foto Hewan Qurban Anda Sebelum dipotong (hewan hidup),
  3. Foto Hewan Qurban Anda setelah dipotong dan foto distribusi daging Qurban dilengkapi profil wilayah dimana Qurban Anda di distribusikan.
Sebagai lembaga yang sudah berpengalaman mendistribusikan qurban hampir 10 tahun terakhir, Global Qurban pun siap mendistribusikan amanah Qurban Anda ke lahan-lahan bencana, miskin serta rawan pangan di Indonesia (30 propinsi), Palestina, Suriah, Lebanon (pengungsi Suriah), Somalia, Myanmar, Timor Leste, Kamboja, Laos, Vietnam, Filipina, Kenya (pengungsi Somalia), Nepal, Sudan, Mongolia, Kamerun (pengungsi Afrika Tengah), Vanuatu, Kyrgistan, Kazakstan, Tajikistan, dan Bosnia.

Semangat Global Qurban menjadikan ibadah Qurban sebagai pendongkrak produktivitas bangsa sekaligus pembangun karakter bangsa yang peduli terhadap sesama, kemudian disalurkan ke komunitas di daerah rawan pangan, daerah bencana di dalam negeri serta luar negeri.
(CAL)

Selasa, 15 September 2015

Dikecam, Penembakan Petani Palestina dan Penodaan Masjidil Aqsha oleh Zionis Israel

ACTNews, PALESTINA – Kebahagiaan para petani asal Jabalia, Gaza bagian utara, pada Ahad (13/9) terkoyak ketika tentara Zionis Israel menembak sampai tewas salah seorang petani tersebut. Para petani itu sedang memanen terong, jagung, anggur, buah tin dan zaitun. Militer Israel terus menembak saat petani lainnya berusaha mengevakuasi korban penembakan. 
 
Di tempat terpisah, bentrokan terjadi saat tentara Israel memasuki Masjid Al-Aqsa, Ahad (13/9). Omar Kiswani, pengurus Masjid Al-Aqsa mengatakan kepada Aljazirah, sebanyak 80 pemukim ilegal Yahudi dengan dilindungi aparat Israel menyerang masjid. Mereka bentrok dengan sukarelawan Palestina yang menggunakan batu untuk mengusir tentara. 
 
Aisyah Darojati dari Global Partnership adn Network (GPN) Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengecam keras aksi biadab Zionis Israel yang melarang kaum muslimin memasuki Masjidil Aqsha untuk beribadah. 
 
“Muslimin tak lagi diizinkan masuk apalagi beribadah di Masjid Al Aqsha. Tak puas hanya melarang, perusakan terang-terangan yang begitu sering dilakukan kembali menyasar rumah ibadah muslimin ini. Ini wajib disikapi,"  tegas Aisyah kepada ACTNews, Senin (14/9). 
 
Lebih jauh diberitakan, seorang saksi Muslim mengatakan, polisi Israel memasuki masjid dan melakukan perusakan. Beberapa sajadah masjid juga terbakar.  Bentrokan kemudian berlanjut di luar kompleks masjid. Polisi melemparkan granat kejut dan gas air mata.
 
Dalam statemennya, polisi Israel mengatakan, demonstran bertopeng di dalam masjid melemparkan batu dan kembang api ke arah polisi. Setelah insiden itu Israel menutup masjid untuk jamaah masjid. Bentrokan terjadi beberapa jam jelang Tahun Baru Yahudi, Rosh Hashanah.
 
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam insiden penyerangan tersebut. "Kami mengecam serangan dan pendudukan yang dilakukan oleh militer dan polisi Israel terhadap Masjid Al-Aqsa, dan bertentangan dengan keyakinan Muslim." (ajm,dbs, foto:mirajnew2s)
 
act.id
 

ACT Kirim Tim Kemanusiaan untuk Pengungsi Suriah

 
ACTNews, JAKARTA –  Terpanggil penderitaan pengungsi dan gelombang imigran Suriah ke beberapa negara Eropa, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan tim kemanusiaan ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa.
 
Krisis kemanusiaan Suriah, memaksa ribuan jiwa warga mengungsi dari tanah airnya. Dari data yang dihimpun Tim Global Partnership Network (GPN)-ACT sebanyak 1.938.999 pengungsi Suriah sudah berada di Turki, 249.728 berada di Irak, 629.245 berada di Yordania, 132.375 berada di Mesir dan 1.172.153 berada di Libanon. 
 
Rudi Purnomo, manajer GPN-ACT menjelaskan sampai saat ini korban jiwa yang tewas akibat perang saudara di Suriah sebanyak 250.000 jiwa.
 
Kekerasan seolah tak terhentikan. Masalah “dalam negeri” tak lagi bisa menjadi dasar menisbikan campur-tangan dunia ketika impak krisis di sebuah negara, membuat negara-negara lain menanggung konsekuensinya. Krisis Suriah telah merenggut rasa nyaman banyak jiwa, memicu gugatan kemanusiaan antarnegara, relasi multilateral terusik. Bagaimana Indonesia bersikap?
 
“Indonesia, dalam konteks kemanusiaan, terlebih ketika kami – lembaga kemanusiaan yang menyatakannya, tentu bukan dialamatkan kepada pemerintahan Republik Indonesia, melainkan kepada sesama rakyat Indonesia. Kepada masyarakat sipil Indonesia, kami mengimbau, muliakan diri kita,  masyarakat kita, bangsa kita dengan peduli dan berbuat sesuatu demi menolong sesama manusia meski mereka bukan bangsa kita,” kata Ahyudin, Presiden ACT.
 
Menyangkut krisis Suriah yang membangunkan nurani, bahkan negara-negara di Eropa yang mayoritas berbeda keyakinan. “Kemanusiaan membongkar batas negara dan keyakinan. Seketika, bagi yang merasakan dirinya memiliki rasa kemanusiaan, takkan memandang siapa yang perlu ditolong, niscaya ditolongnya. Bahkan sejumlah negara yang kondisi ekonominya tidak sedang bagus pun, membuka diri membantu pengungsi Suriah,” kata Ahyudin.
 
Menurutnya, di kancah kemanusiaan global inilah momentum membenahi krisis bisa terjadi. Meyakini kemanusiaan solusi krisis, membuka jalan perbaikan dunia. “Kebersamaan masyarakat sipil menanggulangi krisis kemanusiaan, membuktikan bagaimana lembaga-lembaga kemanusiaan yang awalnya hanya bisa membantu satu dua negara, makin lama makin hebat. Lembaga swadaya masyarakat di banyak negara ketika serius menolong bangsa lain, secara bertahap menjadi mampu menolong begitu banyak bangsa. Termasuk lembaga kemanusiaan di Indonesia, saat ini bermunculan dengan kapasitas global meski hidup dari dayadukung antar masyarakat sipil. Bangsa besar, bukanlah dengan kekuatan militer atau ekonomi saja, melainkan karena masyarakat sipilnya juga hebat dalam menolong bangsa-bangsa lain,” ujar Ahyudin.
 
Melengkapi hal ini, N. Imam Akbari selaku Senior Vice President ACT yang memimpin penanggulangan krisis kemanusiaan global, memaparkan, problem kemanusiaan adalah merupakan problem bersama, bahwa kepedulian kita tidak hanya diperuntukan untuk saudara kita di Indonesia saja namun di dunia. “Kami selama melakukan aksi Kepedulian terhadap saudara sesama manusia di belahan dunia ini, selalu mengibarkan dan menyertakan merah putih di dada kami. Tim Kami merasa sebagai duta bangsa Indonesia, karena kami membawa amanah dari segenap bangsa Indonesia, yang berkonstribusi untuk sama-sama memberikan manfaat bagi saudara sesama manusia di belahan dunia,”jelasnya. Imam menambahkan bahwa tim yang akan dikirim saat ini, merupakan Tim ke-6, terakhir ACT telah mengirimkan Tim pada Januari 2015.
 
Syuhelmaidi Syukur selaku Senior Vice President-ACT, juga mengatakan tim yang akan di kirim di tiga negara yaitu: Jerman, Turki dan Libanon, juga rencananya akan mengimplementasikan Program Global Qurban (GQ), di momen Idul Adha dan hari tasyrik yang sebentar lagi akan datang.  
 
“Tim kami juga akan melakukan implementasi Program Global Qurban (GQ) di tempat pengungsian Syiria di berbagai negara di Timur Tengah dan Eropa,”terang Syuhel.  
 
ACT mempunyai Program GQ yang akan menyasar 30 provinsi di Indonesia dan di 20 negara di dunia. Salah satu negara yang menjadi prioritas penyebaran daging kurban Program GQ ini adalah daerah konflik seperti konflik Suriah.
 
Syuhel juga menegaskan, Timnya akan menggalang mitra-mitra ACT, yaitu: NGO-NGO lokal dan luar negeri di di Jerman, atau negara-negara Eropa dan Timur Tengah lainnnya, dan menggerakan relawan-relawan ACT di negara-negara tersebut. (mhj)
 
act.id
 

Selasa, 01 September 2015

Affiliate Qurban – Gratis, Mudah dan Menguntungkan

Logo GQ ACT
Affiliate Qurban Pertama di Indonesia! Qurban membawa Berkah
Peluang terbesar anda, gratis, aman, transparan serta di dukung marketing global yang handal
 
Apa Affiliate Qurban itu?
 
Affiliate program atau dalam Bahasa Indonesia biasa disebut dengan program afiliasi atau kemitraan adalah suatu teknik marketing dimana penjual bekerjasama dengan pemasar melalui website pemasar. Dalam prakteknya para pemasar mendapatkan link khusus yang sudah diberi tracking (pelacak) sehingga setiap transaksi yang datang dari pemasar akan diketahui oleh system afiliasi penjual. Jika penjualan memenuhi kriteria afiliasi maka pemasar akan mendapatkan komisi dari penjualan tersebut. Komisi penjualan biasanya berupa persentasi dari harga barang yang telah terjual. Dalam kasus program afiliasi Global Qurban, komisi yang Global Qurban berikan sebesar 5% dari jenis hewan qurban di dalam transaksi qurban yang berasal dari pemasar bersangkutan. Anda juga mendapatkan passive income apabila pequrban anda bergabung dan berhasil mendapatkan penjualan, komisi yang anda dapatkan sebesar 1%.
 
Bagaimana Sistem Tracking Affiliate Bekerja?
 
Farid mempunyai sebuah website yaitu FARID-DOMAIN.COM dan Farid ingin memperoleh tambahan penghasilan dari websitenya tersebut. Farid memutuskan untuk bergabung dengan program affiliate Affiliate.GlobalQurban.com. Dari bermacam hewan qurban yang ada di GlobalQurban.com Farid memutuskan untuk mempromosikan qurban kambing Gaza di websitenya tersebut. Rani bermaksud akan berqurban pada tahun ini. Rani lalu mencari informasi qurban murah yang tersedia di pasaran di internet. Rani menemukan website Farid dan membaca artikel review di website Farid. Rani tertarik dan memutuskan berqurban dengan meng-klik banner di website Farid. Dalam kasus ini, Farid sebagai affiliate GlobalQurban.com akan mendapatkan komisi atas pembelian yang dilakukan Rani.
Kelebihan Global Qurban
Keuntungan Anda
• Daftar: gratis biaya pendaftaran!
• Mudah: Anda dapat mendaftar sebagai affiliate pada website ini maupun melalui SMS
• Komisi: Dapatkan komisi sampai dengan 5% setiap transaksi dari referensi anda
• Passive Income: Dapatkan komisi sampai dengan 1% dari transaksi yang didapatkan referral anda
Komisi dan Pembayaran
Fee Affiliate Qurban
Bagaimana saya mendapatkan penghasilan?
1. Untuk setiap transaksi atau penjualan hewan qurban yang berasal dari website/link promosi anda, kami akan memberikan komisi untuk Anda
2. Komisi untuk penjualan berkisar antara %5 sebagai Affiliate dan %1 dari Referral.
3. Penjualan akan di validasi oleh tim GlobalQurban.com dalam waktu 30 hari setelah tanggal penjualan *
Bagaimana saya mendapatkan bayaran?
Setelah tim GlobalQurban.com memvalidasi penjualan, komisi akan dikirimkan ke affiliate dalam waktu selambat lambatnya 30 hari.
Sebagai Affiliate (5%)
Contoh simulasi komisi 5% dari transaksi (komisi yang didapatkan berdasarkan harga hewan qurban pada saat transaksi)
Komisi Qurban Kambing (1/7 Sapi) Lokal & Global Rp. Rp. 1.800.000 = Rp. 90.000
Komisi Qurban Kambing Premium (Kambing Gaza) Rp. 4000.000 = Rp. 200.000
Komisi Qurban Sapi Lokal & Global Rp. 12.600.000 = Rp. 630.000
Komisi Qurban Sapi Premium (Gaza) Rp. 29.750.000 = Rp. 1.487.500
Komisi Qurban Unta Rp. 24.750.000 = Rp 1.237.500
Dari Referral (1%)
Contoh simulasi komisi 1% dari transaksi (komisi yang didapatkan berdasarkan harga hewan qurban pada saat transaksi)
Komisi Qurban Kambing (1/7 Sapi) Lokal & Global Rp. 1.800.000 = Rp. 18.000
Komisi Qurban Kambing Premium (Kambing Gaza) Rp. 4000.000= Rp. 40.000
Komisi Qurban Sapi Lokal & Global Rp. 12.600.000 = Rp. 126.000
Komisi Qurban Sapi Premium (Gaza) Rp. 29.750.000 = Rp. 297.500
Komisi Qurban Unta Rp. 24.750.000 = Rp 247.500
DAFTAR DISINI
DAFTARhttp://laporan.globalqurban.com/affiliate/login/register

Sistem Kerja Proggram Affiliate Global Qurban

Sistem-Kerja-Affiliate-Global-Qurban

Affiliate

Ari mempunyai sebuah website yaitu ARIF-DOMAIN.COM dan Ari ingin memperoleh tambahan penghasilan dari websitenya tersebut. Ari memutuskan untuk bergabung dengan program affiliate Affiliate.GlobalQurban.com. Dari bermacam hewan qurban yang ada di GlobalQurban.com Ari memutuskan untu mempromosikan qurban kambing Gaza di websitenya tersebut. Rani bermaksud akan berqurban pada tahun ini. Rani lalu mencari informasi qurban murah yang tersedia di pasaran di internet. Rani menemukan website Ari dan membaca artikel review di website Ari. Rani tertarik dan memutuskan berqurban dengan meng-klik banner di website Ari. Dalam kasus ini, Ari sebagai affiliate Affiliate.GlobalQurban.com akan mendapatkan komisi atas pembelian yang dilakukan Rani.

Referrer

Rani yang berqurban di GlobalQurban.com tertarik untuk mengikuti program affiliate sehingga bergabung dalam program affiliate Global Qurban dan melakukan hal yang sama seperti Ari yakni memasang link affiliate di website/blognya, kemudian ada pengunjung yang melakukan kurban sehingga Rani berhasil mendapatkan penjualan, Rani mendapatkan komisi dari transaksi yang ia dapatkan. Ari dalam hal ini merupakan Affilate yang berhasil mengajak rani sebagai referralnya mendapatkan komisi dari setiap keberhasilan transaksi yang berhasil Rani bawa. dalam hal ini disebut Passive income, semakin banyak referral yang berhasil mendapatkan transaksi qurban oleh Ari maka semakin banyak komisi pasif yang didapatkan olehnya.

DAFTAR

Melalui Web
http://laporan.globalqurban.com/affi…login/register
atau
Melalui SMS
Affiliate Global Qurban juga menyediakan kemudahan dalam pendaftaran melalui metode SMS dengan cara dibawah ini;
QB#Tracking#Nama Pequrban#HP#Atas Nama/Kode
Untuk lebih Jelasnya bisa ke : http://affiliate.globalqurban.com

Selasa, 04 Agustus 2015

Siap Berqurban? Ini Negara Miskin di Dunia yang Jarang Menikmati Lezatnya Daging Qurban

Siap-Berqurban
Tak beberapa lama lagi idul qurban akan menjelang. Jika melihat penanggalan tahun 2015 ini, Idul Adha atau Idul Qurban akan jatuh pada tanggal 24 September 2015. Sebagai syariat yang diutamakan dalam agama Islam, qurban adalah suatu bentuk kenikmatan tiada tara jika dapat berbagi kenikmatan daging hewan qurban dengan saudara sesama muslim. Qurban adalah cara untuk mensyukuri rezeki dengan keikhlasan dalam berbagi.

Tengok saja, tak akan lama lagi jejeran pedagang hewan qurban akan menghiasi sepanjang jalan raya. Mereka berlomba-lomba menjajakan hewan qurban terbaik demi kebahagiaan terbaik. Sudah siap berqurban di tahun ini? silahkan simak dulu fakta berikut.

Qurban adalah kenikmatan rezeki dan keikhlasan pengorbanan yang bersifat universal. Namun, biasanya qurban yang disalurkan di Indonesia hampir 95% hanya mencakup penyaluran di wilayah-wilayah lokal di dalam negeri. Padahal katanya qurban itu universal? Bagaimana dengan nasib kaum sesama muslim di belahan dunia lainnya? Apakah mereka dapat merasakan lezatnya daging qurban sama dengan apa yang kita rasakan?

Nyatanya banyak negara miskin, rawan pangan, wilayah bencana alam dan konflik kemanusiaan di seluruh penjuru dunia yang sama sekali tak bisa merasakan indahnya berbagi kebahagian di idul qurban nanti.

Setiap tahunnya, umat Islam yang berada di negara Afrika Tengah menghadapi tekanan yang luar biasa. Dari populasi umat Muslim yang semula berjumlah 625 ribu penduduk, kini tinggal tersisa 1.000 orang. Setiap harinya, konflik berlatar agama terus menerus menyudutkan muslim di tanah negara-negara Afrika Tengah.

Beberapa negara di Afrika Tengah yang layak untuk dijadikan target qurban Anda tahun ini adalah negara Somalia, Kamerun, dan Kenya. Selain itu, jangan pula terlupa kisah penderitaan saudara sesama muslim di Jalur Gaza Palestina. Selama satu dekade terakhir, bisa dipastikan tak ada daging qurban yang mampu mereka (warga palestina) usahakan untuk dinikmati bersama. Hanya melalui uluran tangan dan donasi hewan qurban dari pihak luar lah yang mampu mencipta senyum mereka atas lezatnya hewan qurban di Gaza.

Masih ada pula negara-negara muslim yang sedang berkonflik semacam Jordania, Palestina, Bosnia, Suriah, Bangladesh, Srilanka, Myanmar, Thailand Selatan, Vietnam, Kamboja, Filipina, dan Timor Leste.

Jika sudah berniat untuk mendistribusikan hewan qurban dalam skala global, syaratnya hanya satu: siapkan kocek yang lebih tebal dibadingkan harga hewan qurban di Indonesia.
Patut diketahui, misalnya Untuk berqurban di Gaza, masyarakat setidaknya harus menyumbangkan dana Rp 4,95 juta untuk satu ekor kambing. Harga itu adalah harga qurban di tahun lalu. Dibandingkan di dalam negeri, harga hewan qurban ini memang hampir 3 kali lipat lebih mahal dari kambing lokal.

Jika kocek telah siap, silahkan kontak lembaga kemanusiaan yang sudah berpengalaman untuk mendistribusikan hewan qurban hingga ke pelosok dunia. Satu lembaga yang sangat aktif dalam urusan distribusi Global Qurban adalah lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT)

Sebagai gambaran, pada tahun lalu ACT menyalurkan hewan qurban untuk luar Indonesia seperti Palestina, Suriah, Yordania, Mesir, Somalia, Afrika Tengah, Kamerun, Srilangka dan banyak negara lainnya. (CAL)

Sumber

 

Minggu, 02 Agustus 2015

Israel Terus Memaksa Masuk ke Al-Aqsa

Israel Terus Memaksa Masuk ke Al-Aqsa
Foto: imemc
 ACTNews, YERUSALEM - Kelompok sayap kanan Israel kembali menyerang kompleks Masjid Al-Aqsa, Senin (27/7) kemarin. Atas aksi ini Perserikatan Bangsa Bangsa menyatakan keprihatinan atas kemungkinan terjadinya ‘provokasi  agama’ di sekitar situs-situs suci yang terdapat di Kota Tua, daerah pendudukan di Yerusalem Timur itu.

Para saksi mata mengatakan, sekitar 70-an orang dari kelompok kanan yahudi memasuki kompleks Al-Aqsa melalui Pintu Maroko yang berada dalam pengawasan polisi Israel. Bukannya mencegah, polisi Israel justru menyerang dan menahan seorang warga Palestina yang sedang beribadah di Al-Aqsa bernama Ahmad Asaliyyeh, juga seorang perempuan Palestina yang baru saja meninggalkan kompleks masjid.

Insiden ini membuat situasi di sekitar Yerusalem Timur semakin memanas, setelah sehari sebelumnya sejumlah warga Palestina yang sedang beribadah di Masjid Al-Aqsa bentrok dengan tentara dan polisi Israel  yang menggeruduk masuk kedalam kompleks dan masjid. Akibat insiden itu 19 warga Palestina dan 4 polisi Israel mengalami luka.

Utusan Khusus PBB untuk proses perdamaian di Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi insiden terbaru yang terjadi, yang disebutnya sebuah insiden yang menaikkan tensi di Yerusalem. Nickolay meminta semua pihak yang terlibat insiden untuk tetap tenang. “Tindakan dan pernyataan yang bersifat provokatif hanya akan membesarkan bibit kekerasan dan merusak akses semua jamaah dari berbagai agama untuk beribadah di kompleks suci itu. Menghormati penerapan status  quo di kompleks itu adalah cara terbaik untuk menjaga stabilitas.”

Seperti diberitakan sebelumnya, pasukan Israel telah menahan 8 warga Palestina dari Masjid Al-Aqsa di hari Jum’at, dan hari Senin pengadilan Israel telah menjatuhkan  sanksi pada 4 warga Palestina untuk memasuki Masjid Al-Aqsa selama 60 hari ke depan. Dania Eid and Alaa Bashi,  dua orang Palestina berkewarganegaran Israeli dilarang memmasuki komples Al-Aqsa selama 60 days. Sementara dua orang Palestina dari Tepi Barat, Akram Daana dan seorang remaja bernama Fadi, menadapatkan larang 30 dan 45 hari memasuki kompleks Al-Aqsa.

Di hari Minggu, kelompok sayap kanan Israel mengunjungi kompleks Kota Tua Yerusalem Timur untuk memperingati hari “Tisha B'Av”,  sebuah perayaan hari berpuasa kaum Yahudi untuk memperingati penghancuran kuil Yahudi pertama dankedua. Tempat suci ketiga bagi umat Islam, kompleks Masjid Al-Aqsa juga dianggap sebagai tempat yang suci oleh kaum Yahudi dimana di sini sebelumnya mereka yakini menjadi lokasi berdirinya satu kuil yang paling mereka hormati.  (INA/bams)

Sumber

Gaza dan Tepi Barat Memanas, Perburuk Krisis Kemanusiaan di Palestina


ACTNews, PALESTINA – Pasca penodaan atas kiblat pertama umat Islam, yakni masjid Al-Aqsa, warga Yahudi Zionis kembali membuat masalah. Sejumlah warga Zionis Israel melakukan pembakaran terhadap rumah warga Palestina. Satu orang warga Kota Gaza tewas dan puluhan luka-luka.

Pada Jumat di pagi hari saat satu keluarga di Nablus masih tidur lelap, tiba-tiba segerombolan Yahudi Zionis membakar sebuah rumah warga Palestina. Seorang bocah Palestina berusia 18 bulan, tewas terpanggang

Atas tindak brutal tersebut, pejuang Palestina di Gaza membalas dengan melontarkan roket ke wilayah Israel. Tak lama, angkatan laut Zionis Israel menembak secara membabi buta dari arah laut ke arah pemukiman warga Gaza di Bait Lahiyah, Gaza bagian Utara.

Akibat rentetan tembakan secara membabi buta tersebut,  seorang warga sipil Gaza bernama Muhammad Hamid Almasry berusia 29 tahun meninggal, dan melukai beberapa orang lainnya. Muhammad Hamid Almasry sempat dievakusi ke Rumah Sakit Kamal Udwan Gaza Utara. Namun nyawanya tidak tertolong karena beberapa peluru bersarang di tubuh dan bagian dada korban.

Sudah memasuki tahun ke-9 kini wilayah Gaza masih di blokade pihak Israel, krisis kemanusiaan semakin menambah penderitaan warga Palestina.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza City mengatakan rumah sakit di Gaza alami kelangkaan obat-obatan, terjadi pengurangan sampai 38 persen. Begitu juga alat kesehatan khususnya alat kesehatan sekali pakai (alat disposilbe), alami penyusutan hingga 37 persen. Beberapa alat kesehatan rusak  permanen dan tak bisa digunakan lagi.

Warga Gaza juga masih menghadapi dampak ikutan dari krisis air dan listrik. Bahan makanan, air minum dan alat penerang alternatif yang serba terbatas mengancam kehidupan normal warga Gaza, Palestina. Sekitar 1,8 juta jiwa warga Gaza menggantungkan harapan hidup mereka dari bahan makanan pokok yang dipasok dari pintu perlintasan Rafah.Terowongan yang sudah dihancurkan oleh militer zionis Israel, tak mungkin lagi jadi jalur alternatif pemasokan bahan pangan warga Gaza. (diolah dari laporan relawan Indonesia yang tinggal di Palestina, Abdillah Onim, foto: eramuslim).

Sumber

Rabu, 29 Juli 2015

Israel Terus Memaksa Masuk ke Al-Aqsa

Israel Terus Memaksa Masuk ke Al-Aqsa
Foto: imemc

 ACTNews
, YERUSALEM - Kelompok sayap kanan Israel kembali menyerang kompleks Masjid Al-Aqsa, Senin (27/7) kemarin. Atas aksi ini Perserikatan Bangsa Bangsa menyatakan keprihatinan atas kemungkinan terjadinya ‘provokasi  agama’ di sekitar situs-situs suci yang terdapat di Kota Tua, daerah pendudukan di Yerusalem Timur itu.

Para saksi mata mengatakan, sekitar 70-an orang dari kelompok kanan yahudi memasuki kompleks Al-Aqsa melalui Pintu Maroko yang berada dalam pengawasan polisi Israel. Bukannya mencegah, polisi Israel justru menyerang dan menahan seorang warga Palestina yang sedang beribadah di Al-Aqsa bernama Ahmad Asaliyyeh, juga seorang perempuan Palestina yang baru saja meninggalkan kompleks masjid.

Insiden ini membuat situasi di sekitar Yerusalem Timur semakin memanas, setelah sehari sebelumnya sejumlah warga Palestina yang sedang beribadah di Masjid Al-Aqsa bentrok dengan tentara dan polisi Israel  yang menggeruduk masuk kedalam kompleks dan masjid. Akibat insiden itu 19 warga Palestina dan 4 polisi Israel mengalami luka.

Utusan Khusus PBB untuk proses perdamaian di Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi insiden terbaru yang terjadi, yang disebutnya sebuah insiden yang menaikkan tensi di Yerusalem. Nickolay meminta semua pihak yang terlibat insiden untuk tetap tenang. “Tindakan dan pernyataan yang bersifat provokatif hanya akan membesarkan bibit kekerasan dan merusak akses semua jamaah dari berbagai agama untuk beribadah di kompleks suci itu. Menghormati penerapan status  quo di kompleks itu adalah cara terbaik untuk menjaga stabilitas.”

Seperti diberitakan sebelumnya, pasukan Israel telah menahan 8 warga Palestina dari Masjid Al-Aqsa di hari Jum’at, dan hari Senin pengadilan Israel telah menjatuhkan  sanksi pada 4 warga Palestina untuk memasuki Masjid Al-Aqsa selama 60 hari ke depan. Dania Eid and Alaa Bashi,  dua orang Palestina berkewarganegaran Israeli dilarang memmasuki komples Al-Aqsa selama 60 days. Sementara dua orang Palestina dari Tepi Barat, Akram Daana dan seorang remaja bernama Fadi, menadapatkan larang 30 dan 45 hari memasuki kompleks Al-Aqsa.

Di hari Minggu, kelompok sayap kanan Israel mengunjungi kompleks Kota Tua Yerusalem Timur untuk memperingati hari “Tisha B'Av”,  sebuah perayaan hari berpuasa kaum Yahudi untuk memperingati penghancuran kuil Yahudi pertama dankedua. Tempat suci ketiga bagi umat Islam, kompleks Masjid Al-Aqsa juga dianggap sebagai tempat yang suci oleh kaum Yahudi dimana di sini sebelumnya mereka yakini menjadi lokasi berdirinya satu kuil yang paling mereka hormati.  (INA/bams)

Sumber

http://act.id/id/donation

Senin, 27 Juli 2015

Penderitaan Warga Gaza tak Pernah Selesai

Gaza-Suffering
 
Nampaknya kebahagiaan idul fitri tak akan bisa bertahan lama dalam deru nafas masyarakat Gaza, Palestina. Setelah satu tahun lalu dibombardir habis oleh pasukan bersenjata Israel, warga Gaza menjalani satu tahun terakhir dengan beratapkan langit tanpa rumah, beralaskan tanah dingin, bahkan nihil tempat beribadah. Mau tak mau mereka harus rela menikmati hidup dengan penuh keterbatasan, tiap langkah dalam bayang-bayang kungkungan tentara Israel.

Usai lebaran ini pun, kabar baik masih belum berpihak bagi ribuan warga Gaza. Kabar tentang rencana akbar bantuan pembangunan rumah dari sejumlah lembaga donor kemanusiaan internasional kembali ditunda, hal ini disebabkan karena kebijakan dadakan tentara Israel yang memperketat masuknya aliran bahan bangunan ke dalam Kota Gaza.

Sejumlah total 18.000 unit rumah hancur total berubah wujud menjadi puing-puing kecil setelah serangan udara, darat, dan laut dari tentara Israel membombardir wilayah Gaza selama 50 hari pada ramadhan tahun lalu. Kala itu, menjelang gencatan senjata, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menjalankan program kemanusiaan kilat di tengah kecamuk perang, mereka mengubah 91 sekolah di Gaza menjadi tempat penampungan sementara bagi lebih dari 300.000 warga Gaza. Hingga detik ini, penampungan tersebut masih ditempati oleh pengungsi yang tak memiliki rumah, beberapa penampungan pun ditutup oleh PBB mengingat keterbatasan dana operasional kemanusiaan yang dimiliki PBB di Palestina.

Hari ini, masih ada sedikitnya 100.000 ribu penduduk Gaza yang berstatus sebagai tunawisma, tanpa rumah, tanpa pendidikan, tanpa pekerjaan sama sekali. Jumlah tersebut jika dikalkulasikan merupakan 5 persen dari total keseluruhan penduduk Perbatasan Gaza yang berjumlah 1,8 juta jiwa.
Dilansir oleh Dream.co.id, Seorang warga Palestina yang menyandang tunawisma, Fouad Abu Asser, 54 tahun, dan keluarganya telah memutuskan untuk kembali dari pengungsian di perbatasan Gaza ke rumahnya. Namun ternyata, rumah yang ditinggalkannya sejak setahun lalu setelah diserang oleh tentara Israel masih berbentuk puing-puing reruntuhan. Padahal Fouad telah mendapat kabar bahwa gabungan lembaga kemanusiaan Internasional akan membangun rumah-rumah yang hancur milik warga Gaza.

Akhirnya, Fouad merasa amat frustasi karena kenyataannya tentara Israel masih menutup rapat gerbang perbatasan dan mempersulit dengan syarat-syarat ketat untuk proses distribusi bahan bangunan. Rencana bantuan pembangunan rumah dari sejumlah lembaga donor pun terpaksa mengalami penundaan. Entah sampai kapan?

Akhirnya kini, Fouad dan warga Gaza senasib lainnya terpaksa mendirikan rumah seadanya dengan cara apapun yang bisa mereka usahakan. Puing-puing yang masih tersisa mereka manfaatkan untuk sekadar membangun atap dan lantai yang layak. Fouad bisa membuat tiga ruangan untuk tempat tinggalnya bersama keluarga besarnya yang berjumlah 15 orang.

Selain derita tunawisma, Bank Dunia pun merilis fakta, sebanyak 44 persen warga Gaza di hari ini adalah pengangguran akibat kecamuk konflik satu tahun lalu.
Sampai kapan penderitaan mereka akan berakhir? (CAL)
Sumber

Rabu, 08 Juli 2015

Setahun Setelah Perang, Kegetiran Masih Terasa di Gaza



REPUBLIKA.CO.ID, BAIT HANOUN -- Ali Wahdan, guru matematika dari Gaza, kehilangan satu kaki, istri dan 11 anggota keluarga saat Israel membombardir kota Beit Hanoun tahun lalu saat hendak menumpas kelompok Hamas.

Hampir 12 bulan kemudian, dokter mengamputasi satu-satunya kaki tersisa milik Wahdan. Sementara hampir dalam semua bidang kehidupan lain, masa depan dan kehidupan Wahdan masih hancur.

"Perang telah berakhir, tatapi tidak bagi tragedi saya. Setahun ini saya menghabiskan waktu hanya untuk berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya," kata pria 36 tahun yang kini setiap harinya harus memakai kursi roda itu.

"Setahun lalu saya masih bisa berdiri untuk mengajar murid-murid. Hari ini, saya bahkan tidak bisa membantu anak-anak saya sendiri," tuturnya.

Perang memang telah berakhir. Namun sebagaimana cerita Wahdan, penduduk Jalur Gaza masih kesulitan menghadapi dampak dari konflik tersebut.

Dampak dari perang 50 hari itu terlihat di mana-mana. Lebih dari 12 ribu rumah hancur, sementara 100 ribu lainnya rusak, tanpa ada satu pun yang sudah dibangun ulang.

Wahdan kini harus tinggal di penampungan yang dibangun dari kayu, terpal biru, dan seng. Jauh dari bangunan berlantai empat yang dulu dia punya.

Derita akibat perang juga dialami oleh mereka yang belum dewasa. Lebih dari 70 persen anak, di area yang menderita kerusakan paling parah, sampai saat ini masih mengalami trauma, demikian menurut organisasi Save the Childern.

Dalam konflik tahun lalu, 500 di antara 2.100 korban dari pihak Palestina adalah anak-anak. Sementara itu, di seberang perbatasan, kerusakan memang tidak telalu nampak meski dampak perang juga terasa.

Donasikan bantuan ke
http://act.id

Israel-Gaza Saling Serang Lagi, Terprovokasi Simpatisan ISIS

http://act.id

Liputan6.com, Yerussalem - Ledakan demi ledakan kembali terjadi di Gaza dan Israel. Militer Israel berdalih bahwa serangannya ke Gaza, sebagai balasan atas tembakkan roket dari militan Palestina yang mengenai 3 kamp pelatihan.

"Tiga roket ditembakkan ke Israel dari Gaza. Tidak ada korban," kata polisi seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/6/2015).

Serangan balasan setelah sirene peringatan terdengar di kota-kota Israel di dekat perbatasan antara kedua wilayah tersebut, dibenarkan oleh militer Israel. Mereka mengatakan tembakan roket mereka mengenai kamp pelatihan di Jalur Gaza.

"Serangan fajar mengenai dua kamp milik Hamas yang mendominasi di Gaza dan kelompok militan, menyebabkan beberapa kerusakan tetapi tidak ada korban," ungkap saksi dan petugas medis di sana.
Roket-roket yang ditujukan ke Kota Ashkelon dan Netivot di Israel, adalah yang kedua dalam sepekan sebagai balasan dari serangan Gaza -- sejak perang 50 hari ditengahi gencatan senjata pada bulan Agustus -- di dekat kota pelabuhan Ashdod.

Belakangan diketahui sebuah kelompok simpatisan ISIS, Islam Salafi mengklaim bertanggung jawab atas atas penembakan tiga roket ke Israel dari Jalur Gaza. Mereka membuat pernyataan tersebut melalui akun Twitter.

Kelompok yang menamakan dirinya Brigade Omar mengatakan, penembakan roket itu adalah pembalasan atas terbunuhnya seorang simpatisan ISIS dalam baku tembak dengan Hamas di Gaza. Mereka menembakkan dari perbatasan antara kedua wilayah.

Mungkinkah itu cara mereka memprovokasi Negeri Zionis untuk menyerang Gaza? (Tnt)

Salurkan bantuan ke

http://act.id

Rabu, 01 Juli 2015

Pemuda Gaza Ditembak Zionis Saat Ngabuburit


JALUR GAZA, Selasa (Electronic Intifada): Senin lalu (22/6), serdadu Zionis menembak empat remaja berusia 16 hingga 17 tahun di desa Khuza’a, selatan Jalur Gaza. Dua remaja tertembak di bagian kaki. Satu orang yang terluka dalam kondisi kritis.

Empat sekawan itu tengah berjalan-jalan ke ujung desa untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa (ngabuburit). “Kami ke sana untuk menghabiskan waktu menjelang ifthar (berbuka puasa),” kata Muhammad Sami Abu Reda (17) kepada Electronic Intifada. Muhammad merupakan satu dari dua remaja yang luput dari tembakan pada Senin lalu. “Itu merupakan daerah yang sangat indah. Kita bisa melihat sawah dan lahan pertanian. Kami ke sana karena daerah yang biasanya tertutup itu sekarang terbuka. Zionis mengatakan kami bisa pergi ke sana,” jelasnya.
Terluka Parah

Bulan lalu, pemerintahan Hamas di Gaza mengumumkan pembukaan sebuah jalan yang melewati sepanjang buffer zone, yakni no-go area atau wilayah yang sama sekali tidak boleh dilewati warga Palestina. Buffer zone meliputi lahan yang luas di Gaza yang berbatasan dengan ‘Israel, di timur dan utara.

Berdasarkan syarat gencatan senjata Agustus lalu antara Hamas dan ‘Israel’, seharusnya ukuran buffer zone diperkecil. Dan masih belum jelas di area mana warga Palestina bisa aman berjalan-jalan, mengemudi ataupun bertani. Menurut Pusat HAM Palestina (PCHR), pada bulan Mei serdadu Zionis menembak 14 orang yang berada dekat perbatasan sehingga enam orang terluka.
Islam Samir Tawfiq Abu Reda (16) merupakan salah satu pemuda yang tertembak pada Senin lalu. Berbaring di ranjang rumah sakit, ia mengatakan pada Electronic Intifada bahwa, “Semua orang berjalan di jalanan itu karena telah diumumkan dalam tayangan berita bahwa (jalanan) itu telah dibuka (boleh dilewati-red).”

Peluru Zionis mengenai betis Islam. Meski lukanya memerlukan lebih dari selusin jahitan, ia pulih dengan baik. Namun, pemuda lainnya, Ibrahim Abu Reda, masih berada dalam perawatan intensif. Dua peluru masuk ke kaki kanannya, satu dekat pergelangan kaki dan lainnya di bawah lutut sehingga meremukkan tulang keringnya dan memutus pembuluh darah, serta arteri.

Dokter yang merawatnya, Dr. Qasim Kamel mengatakan pada Electronic Intifada ia berharap ia tidak perlu mengamputasi kaki pemuda itu. Ibrahim menjalani operasi selama enam jam di Rumah Sakit Eropa dekat Rafah, kota di selatan Gaza. Kamel berharap kaki Ibrahim akan sembuh setelah dioperasi.

Di rumah Ibrahim, orangtuanya menunjukkan pada reporter foto-foto saat anaknya mengangkat beban dan berolahraga. Ayahnya, Jamal Ahmad Abu Reda, mengatakan Ibrahim tergabung dalam klub sepak bola dan suka pergi ke gym (sasana olahraga). Ia terlihat berupaya keras tidak menangis saat menceritakan anaknya. Namun, air mata bercucuran di wajahnya. Sambil menangis, Safaa Abu Reda, ibunda Ibrahim mengatakan, “Hak saya untuk melihat anak saya berjalan.”

Ia sangat khawatir bahwa anaknya tidak akan bisa menerima perawatan memadai di Gaza dan ingin ia dipindahkan ke ‘Israel’. Para dokter mengatakan padanya bahwa kemungkinan Ibrahim akan bisa berjalan lagi sangat tipis, yakni sekitar 15 persen. Ibunda Ibrahim percaya peluangnya akan lebih tinggi jika ia bisa dirawat di ‘Israel’. “Mengapa mereka melakukan ini pada anak saya? Ia tidak memiliki senjata. Ia ada di sana hanya untuk jalan-jalan dan bersenang-senang, seperti yang lainnya,” katanya.

Ibrahim merupakan adik dari Ahmed Abu Reda (18), yang digunakan sebagai tameng manusia oleh serdadu Zionis selama lima hari saat perang musim panas lalu. Hal itu terdokumentasi saat Dewan Hak Asasi Manusia PBB baru-baru ini melakukan penyelidikan independen atas serangan ‘Israel’ ke Gaza.

Ahmed ditangkap oleh serdadu Zionis pada 23 Juli saat mencoba meninggalkan Khuza’a dengan keluarganya saat terjadi serangan darat Zionis selama 11 hari di desa tersebut.

Buffer Zone

Sebelum siapapun mencapai perbatasan Khuza’a dengan ‘Israel’, ia harus melewati lahan pertanian dan rumah kaca dimana para petani menanam tomat, melon, cabai dan timun di kapling yang dibatasi dengan semak belukar. Saat seseorang mendekati ‘Israel’, sebuah pagar yang tidak mencolok nampak. Ada menara pengawas Zionis di situ. Itu adalah perbatasan.

Sejak 2005, Zionis menggunakan buffer zone untuk mencegah para petani melewati lahan pertanian mereka dengan aman yang terletak di dalam buffer zone itu. Awalnya zona itu hanya membentang seluas 150 meter ke dalam Gaza, namun Zionis terus memperluasnya dari waktu ke waktu. Pada tahun 2010, buffer zone menjadi area seluas 300 meter yang membujur sepanjang tembok perbatasan.
Ketika wilayah tersebut seharusnya dikurangi 100 meter menyusul disepakatinya gencatan senjata, Hamdi Shaqqura, wakil direktur PCHR mengatakan pada Electronic Intifada bahwa orang-orang yang berada sejauh 500 meter dari perbatasan malah ditembak. “Tak ada jaminan dari Zionis atau masyarakat internasional bahwa warga Palestina akan memiliki akses ke tanah mereka sendiri,” katanya.

Awal tahun ini, Gisha, organisasi Zionis yang memantau kemampuan Palestina untuk bergerak bebas masuk dan keluar Gaza, mengirimkan permintaan informasi kepada militer Zionis mengenai kebijakan mereka terhadap buffer zone menyusul adanya gencatan senjata. Seperti halnya PCHR, data mereka juga menunjukkan bahwa larangan (masuk dan keluar) dilaksanakan di wilayah yang lebih luas dari yang secara resmi dideklarasikan. Hingga kini Gisha belum mendapat respon dari militer Zionis mengenai hal itu.

“Tembakan Tanpa Suara”

Di rumah sakit, Electronic Intifada bertemu dengan dua pemuda yang bersama Ibrahim dan Islam saat mereka tertembak. Muhammad Sami Abu Reda (17) mengatakan tak ada tanda-tanda serdadu Zionis berkeliaran di sekitar tempat kejadian. Para remaja itu hanya berhenti sejenak dari berjalan-jalan ketika Islam tiba-tiba jatuh ke tanah. Kemudian, Ibrahim juga jatuh. Kata Muhammad, tembakannya tanpa suara. “Tak ada tembakan peringatan,” jelas Muhammad.
Muhammad dan pemuda lainnya, Hisham Abu Mutliq (17) coba membopong teman-teman mereka, tapi Zionis terus menembak ke arah mereka. “Kami lari, tapi serdadu Zionis terus menembak,” kata Hisham. Para pemuda itu bisa menggunakan telepon genggam mereka untuk menelepon ambulans, tapi bantuan tidak tiba dalam 15 menit. Mereka yang terluka terbaring di tanah berlumuran darah.* (Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha)

Sumber : http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=17068

http://act.id

ISIS ancam gulingkan kekuasaan Hamas di Jalur Gaza


Grup militan Negara Islam Irak serta Syam (ISIS) tempo hari (30/6), meneror selekasnya menggulingkan Otoritas Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza, Palestina. Militan khilafah menilainya Hamas tak akan menggerakkan ketentuan Islam dengan cara kaffah.

Video ISIS menginformasikan ancaman itu direkam di Suriah. Khilafah style baru ini menuding Hamas telah berkompromi dengan golongan kafir, sesudah bersedia mengadakan gencatan senjata dengan Israel atas prakarsa Amerika Serikat.

 " Kami bakal menukar posisi (Hamas) dalam memerangi Yahudi Israel serta seluruhnya yg tidak beragama. Kami bakal menyusup masuk dalam jumlah banyak ke tempat kalian, " ucap seseorang anggota ISIS berpenutup muka yang mengalamatkan pesan itu pada pejabat Hamas, seperti diambil website Channel News Asia, Rabu, (1/7).

ISIS menekan warga Palestina berbaiat pada Khalifah Abu Bakar al-Baghdadi. " Kami bakal mengaplikasikan aturan keislaman di Gaza seperti yang sudah kami aplikasikan di Syam serta Kamp Yarmouk, " ucap jubir ISIS itu.

Sebatas info, beberapa ribu pengungsi Palestina yang lari dari Gaza sesudah terserang Israel th. lantas, ada di penampungan Yarmouk, dekat Ibu Kota Damaskus, Suriah. Serangan sebagian militan ISIS ke komplek pengungsi itu tiga bln. lantas, menyulut perseteruan dengan pejuang Hamas.

Saat Hamas serta ISIS ikut serta konflik, Menteri Intelijen Israel, Israel Katz, menuding keduanya sebenarnya sama-sama bekerja bersama. Pertikaian ISIS serta Hamas dinilai pejabat Zionis ini juga sebagai sandiwara.

 " Ada kerja sama pada mereka dalam penyelundupan senjata serta serangan teroris, Mesir serta Saudi sudah mengetahui hal semacam itu, " ucap Katz dalam Konferensi pers di Tel Aviv yang diselenggarakan oleh Jurnal Pertahanan Israel.

 " Tetapi memanglah kurun waktu berbarengan ISIS juga sering menghina eksistensi Hamas serta Israel dalam argumen paling utama mereka membenci yahudi, " tambah Katz.

Awal Juni lantas, Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas membetulkan pihaknya sudah menewaskan pria bernama Youris al-Honnor, yang disangka kuat juga sebagai sebagai sisi dari simpatisan ISIS. Militer Hamas sangat terpaksa menghabisi Youris serta sebagian rekannya lantaran lebih dahulu terserang saat berpatroli di pinggiran Gaza.

Sumber : http://okey-banget.blogspot.com/2015/07/isis-ancam-gulingkan-kekuasaan-hamas-di.html


http://act.id

Senin, 29 Juni 2015

Bukti Kejahatan Perang Dibeber, Israel Murka di Sidang PBB


JENEWA - Pemerintah Israel murka di sidang PBB di Jenewa. Musababnya, berbagai bukti kejahatan perang militer Israel di Gaza tahun 2014 dibeber Dewan HAM PBB.
Duta Besar Israel untuk PBB, Eviator Manor, menyebut laporan kejahatan perang militer Israel yang dibuat Komisi Penyelidik PBB itu sebagai laporan yang “cacat moral”.
”Saya di sini dan tidak di sana, karena Dewan HAM telah meninggalkan keadilan, telah menjadi cacat moral dan telah sepenuhnya dipolitisasi oleh kepedulian terhadap HAM universal,” kata Manor kepada wartawan di luar sidang PPB di Jenewa.
”Ini bukan Dewan HAM. Ini adalah Dewan Hak Asasi Manusia Palestina,” kesal dia. Lantaran tak terima dengan laporan itu, Israel memboikot sidang PBB.
Menurut Reuters, Selasa (30/6/2015) sidang selama tiga jam kemarin juga diwarnai debat. Pemimpin sidang PBB di Jenewa bahkan menegur duta Arab Saudi dan Venezuela yang menyebut Israel sebagai “rezim rasis” dan pihak yang melakukan “agresi genosida”.
Sebelumnya, Kepala Komisi Penyelidik PBB untuk Perang Gaza 2014, Mary McGowan Davis, menyuguhkan laporan hasil penyelidikan komisi itu.
“Pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional dan HAM Internasional oleh Israel dan kelompok bersenjata Palestina, dalam beberapa kasus kejahatan perang besar,” kata Davis. Dalam perang Gaza 2014 antara Hamas dan Israel, lebih dari 2.140 warga Palestina, yang mayoritas warga sipil tewas. Sedangkan dari pihak Israel sekitar 73 orang tewas yang rata-rata tentara.
Laporan komisi itu mengecam penggunaan senjata berat oleh Israel di Gaza yang digunakan untuk menghancurkan bangunan tempat tinggal dan sekolah milik PBB di Gaza. ”Laporan mempertanyakan apakah kebijakan serangan terhadap sipil telah disetujui secara diam-diam oleh para pengambil keputusan di tingkat tertinggi dari pemerintah Israel,” ujar Davis.
Laporan itu juga mengutuk aksi militan Hamas yang secara sembarangan menembakkan ribuan roket ke wilayah Israel. Serangan itu dianggap sebagai teror terhadap warga sipil Israel.
Perwakilan Palestina untuk PBB, Ibrahim Khraishi, memuji laporan itu. Namun, dia mengeluhkan bahwa keseimbangan laporan itu masih palsu. ”Bahasa laporan tersebut tidak mempertimbangkan bahwa konflik tidak seimbang. Kerugian tidak tak terhitung,” katanya kepada Dewan HAM PBB.
(mas)
Sumber : Sindo News

http://act.id

Moroccanoil Ternyata Produk ‘Israel’


PALESTINA, Ahad (Electronic Intifada): Dari namanya orang cenderung menyangka ini produk Afrika Utara, padahal sebenarnya dari ‘Israel’. Moroccanoil, produk perawatan rambut yang kemasannya berwarna biru kehijauan cerah ini cukup terkenal di kalangan salon-salon kecantikan di Inggris dan banyak dicari.
Minyak argan yang merupakan ramuan utama produk tersebut memang dari biji-bijian yang berasal dari Maroko. Orang-orang Arab Afrika Utara dan wanita Barbar konon sejak dulu menggunakan minyak tersebut untuk perawatan kulit dan rambut.
Namun, dalam konteks Moroccanoil  –minyak argan yang menjadi bahan dasar perawatan rambut– sebenarnya hanyalah minyak mentah yang dikombinasikan dengan bahan-bahan berbahaya yang biasa terkandung dalam kosmetik dan dibuat di ‘Israel’. Kaitan Moroccanoil dengan ‘Israel’, bisa dilihat di situs perusahaan tersebut. Asal usul produk hanya disebut dua kali dalam situs tersebut.
Salah satunya terselip di bagian “terms and conditions”. Satu lagi, di bagian “behind the brand”. Di situ tertulis: “Kisah kami dimulai ketika pendiri Moroccanoil, Carmen Tal, sedang berjalan-jalan di ‘Israel’. Setelah diwarnai, rambutnya mengalami kerusakan parah. Lalu, seorang teman membawanya ke sebuah salon dimana ia pernah merasakan perawatan minyak rambut yang menakjubkan. Hasilnya, rambutnya seketika berubah dari rusak menjadi bersinar, lembut dan mudah diatur.”
Hasbara
Moroccanoil telah masuk dalam situs boikot ‘Israel’, seperti BDSList. Di Irlandia, para penata rambut di wilayah Limerick juga sempat didesak untuk memboikot Moroccanoil saat terjadi serangan ke Gaza tahun 2014. Setidaknya, ada tiga alasan yang membuat Moroccanoil berhak mendapat tempat teratas dalam daftar kampanye boikot.
Pertama, ia mengandung hasbara. Dalam bahasa Ibrani, hasbara berarti “menjelaskan”. Kata ini merupakan eufimisme untuk propaganda. Hasbara merupakan program pencitraan yang bertujuan menyebarkan informasi “positif” tentang ‘Israel’ ke penjuru dunia. Hasbara digunakan untuk menyebut upaya menjelaskan kebijakan ‘Israel’ dan mempromosikan ‘Israel’ di tengah pemberitaan negatif.
Salah satu contoh hasbara adalah pinkwashing dan greenwashing. Kedua istilah ini sudah umum dikenal para aktivis. Pinkwashing merupakan bagian kampanye ‘Israel’ atas hak-hak kaum homoseksual di ‘Israel’ untuk mengalihkan perhatian dunia internasional dari pelanggaran HAM dan penjajahan yang mereka lakukan. Sementara, greenwashing merupakan kampanye ramah lingkungan yang digunakan Zionis untuk mengalihkan perhatian dunia dari sistem apartheid.
Moroccanoil dianggap menutupi kejahatan ‘Israel’. Citra Moroccanoil juga diidentikkan dengan keglamoran. Dengan kata lain, ‘Israel’ dikaitkan dengan kecantikan dan kemewahan alih-alih diskriminasi dan penjajahan. Dengan alasan itu, Moroccanoil bisa dipandang sebagai sebuah bentuk hasbara.
Ke dua, Moroccanoil juga mengeksploitasi bahasa “inspirasi dan pemberdayaan” untuk meyakinkan kaum wanita membeli produk mereka. Situs Moroccanoil menggunakan wawancara dengan para wanita yang terlibat dalam aksi kerja sukarela, energi terbarukan dan kampanye hak-hak binatang untuk kampanye greenwash. Padahal, kenyataannya produk itu sendiri terkait dengan penindasan dan rezim yang sewenang-wenang.
Ke tiga, fakta bahwa mereka menamai produk tersebut Moroccanoil. Perusahaan itu tampaknya sengaja menipu, mengaku beridentitas ?kalau pun memang ada kaitannya dengan Israel? komunitas Yahudi Afrika Utara yang terpinggirkan. Dan bukannya identitas elite kaya yang meraup keuntungan dari perdagangan internasional.* (Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha)

Sumber : sahabatalaqsha.com/nws/?p=17062

http://act.id

Minggu, 28 Juni 2015

Menyapa Gaza Palestina di Ramadhan 1436 H


Tidak selamanya ramadhan di belahan bumi manapun di dunia ini mengambil narasi & kisah bahagia. Bagi sebahagian gede muslim di tanah air, setidaknya layak bersyukur bahwa tanah Indonesia yg teramat dibanggakan ini jauh dari teror, konflik, & permusuhan yg menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Tidak Serupa dgn kenyataan yg mesti di terima oleh ribuan jamaah muslim yg tetap setia menjaga tanah leluhur mereka di Gaza, Palestina. Sekarang Ini, Ramadhan 1436 H jamaah Palestina tetap lakukan shalat tarawih mereka di tenda-tenda darurat yg didirikan persis di seputar ruang reruntuhan masjid. Reruntuhan masjid yg dibom & dihancurkan oleh pasukan zionis Israel selagi 51 hri agresi Israel di Gaza satu th dulu.
Di tiga garis batas Palestina : Jalur Gaza, Kota Al-Quds & West Point atau Pinggir Barat, jutaan keluarga muslim Palestina melakukan ibadah ramadhan 1436 H dgn kehidupan yg jauh dari pantas, tetapi ancaman kesengsaraan akibat kekejaman tentara zionis Israel tidak menyurutkan niat & tekad meraka buat masihlah bersi kukuh.
Telah nyaris menjelang 9 th Jalur Gaza dikepung, dipantau 24 jam penuh bersama senjata kelas berat dari tentara Israel. Kehidupan ekonomi masyarakatnya diembargo. Seputar 1.8 juta jiwa penduduknya dikurung & diawasi tiap-tiap gerak geriknya dalam penjara raksasa berbentuk Kota mati Gaza, 365 kilo meter persegi luasnya.
Cocok setahun yg dulu di mana rombongan tentara Israel di bawah kendali pemerintahan zionis melancarkan serangannya membabi buta ke seluruhnya penjuru Gaza. Pertolongan dunia pula seketika mengalir. Sekarang Ini, Gaza yakni sebentuk kota bersama naungan kemanusian yg tetap berdatangan coba menembus garis tembok pembatas yg dibangun oleh tentara Israel di segala penjuru Gaza.
Menjelang satu pekan pengerjaan Ramadhan 1436 H, ada secuil berita gembira dari Gaza terkait progress pertolongan kemanusiaan berupa Sekolah Disabilitas Gaza hasil sinergi dari Tindakan Langsung Tanggap (ACT), Akhwat bergerak & Save Gaza Project. Berdasarkan laporan yg di terima, sekolah disabilitas satu-satunya yg berada di Gaza itu pembangunannya telah memasuki step akhir berkat donasi yg luar biasa dari rakyat Indonesia yg dihimpun oleh Akhwat Bergeak & ACT.
Sekolah Disabilitas Gaza yg dibangun Indonesia di tanah Palestina tersebut sejatinya adalah sekolah pengganti yg dibangun ulang sesudah setahun dulu, cocok di saat bln ramadhan serta SSekolah Disabilitas Gaza ini luluh lantak dibombardir oleh tentara zionis Israel.
Sekolah yg bakal dikhususkan bagi anak-anak spesial ini direncanakan bakal usai dibangun terhadap penghujung ramadhan kelak. InsyaAllah luasan sekolah se gede 350 m bisa menampung jumlahnya 140 orang anak-anak teristimewa yg berkebutuhan husus. Selagi satu th terakhir sejak Ramadhan thn dulu Gaza di bombardir oleh Israel, anak-anak di Gaza terpaksa bersekolah & menuntut ilmu dengan di bawah naungan tenda pengungsian sementara yg cuma mampu melindungi dari panas & hujan secukupnya.
Pembangunan kembali infrastruktur di Gaza benar-benar masihlah berada dalam tahapan awal. Tetapi sedikit sapaan dari Gaza yg mengambil berita gembira berkaitan Sekolah Disabilitas Gaza setidaknya sudah mengambil rasa gemar & haru.
Derita mereka yaitu duka kita, Ramadhan merupakan momentum paling indah buat menyantuni & menyelamatkan air mata duka saudara muslimin di seluruhnya dunia.
Hapus duka mereka ialah ladang pahala bagi kita, InsyaAllah bakal bahagiakan akhirat kita.(CAL)

Jumat Kedua Bulan Ramadhan, Israel Cabut Izin Shalat Jumat di Al Aqsa



israel-cabut-ijin-solat
Tak selamanya ramadhan di belahan bumi manapun di dunia ini membawa cerita dan kisah bahagia. Bagi sebagian akbar muslim di tanah air, setidaknya pantas bersyukur bahwa tanah Indonesia yang amat sangat dibanggakan ini jauh dari teror, konflik, dan permusuhan yang menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan.
tidak serupa bersama kenyataan yang harus diterima oleh ribuan jamaah muslim yang terus setia menjaga tanah leluhur mereka di Gaza, Palestina. sekarang, Ramadhan 1436 H jamaah Palestina konsisten melaksanakan shalat tarawih mereka di tenda-tenda darurat yang didirikan persis di sekitar ruangan reruntuhan masjid. Reruntuhan masjid yang dibom dan dihancurkan oleh pasukan zionis Israel selama 51 hari agresi Israel di Gaza satu tahun dahulu.
Seperti tak pass bersama penderitaan tersebut, satu orang juru bicara COGAT dilansir dari laman Kompas menyatakan bahwa Israel resmi mencabut izin bagi lebih kurang 500 warga Palestina asal Gaza untuk menjalankan ibadah shalat Jumat di Jerussalem. Israel bersama tegas memberikan hukuman larangan ibadah shalat Jumat di Al-Aqsa dengan alasan meningkatnya serangan roket land-to-land dari wilayah Gaza yang ditembakkan ke Israel.
Padahal baru di awal puasa pekan lalu, Israel memberikan kelonggaran garis perbatasan bagi penduduk Palestina di Jalur Gaza maupun Tepi Barat. sekitar 800 orang masyarakat Palestina diberikan untuk beribadah Jumat di Masjid Al-Aqsa.
Bonus pelonggaran garis batas tersebut menurut juru bicara Israel dilakukan bersama syarat kondisi yang terkendali tak dgn ada lagi kekerasan. Tetapi, nyatanya “gencatan senjata” tak bisa terjadi lama setelah satu orang pejalan kaki Israel dibunuh dipinggir Barat dan seorang politikus Israel ditikam di Jerussalem Timur, pekan lalu, dilansir oleh laman Kompas.
Akibat kejadian itu, akhirnya Israel kembali memutus akses ratusan penduduk di Tepi Barat buat menjalankan ibadah ramadhan yang lebih layak di dalam Masjid Al-Aqsa. Kini masyarakat Palestina kembali tertutup dari dunia luar. Menjalankan ibadah taraweh dan shalat jumat di dalam kamp pengungsian yang tak layak.
tak ada yang sanggup menembus barisan ketat penjagaan Israel yang membendung dari beragam penjuru Palestina. Bahkan akibat kejadian itu, masyarakat Palestina yang memiliki prioritas utk terbang dari Bandara Internasional Ben Gurion di Israel pun meraih larangan terbang sampai batas dikala yang belum ditentukan.
Kisah pilu Ramadhan yang menghantui warga Palestina seakan ga ada habisnya. Tetap teringat dalam ingatan secara apa Ramadhan 1435 H tahun lalu, Israel dan kelompok Hamas di Gaza terlibat perang selagi hampir dua bulan penuh. Perang yang melontarkan egoisme dan permusuhan abadi. Korban tewas di Palestina berjumlah kurang lebih 2.200 jiwa, sebagian akbar yaitu masyarakat sipil. Sedangkan korban tewas di Israel 73 jiwa, mayoritas yakni tentara yang mati akibat baku hantam dengan Hamas.
Derita mereka ialah duka kita, Ramadhan ialah momentum terindah utk menyantuni dan menyelamatkan air mata duka saudara muslimin di seluruhnya dunia.
Hapus duka mereka adalah ladang pahala bagi kita, bagaimanapun bisnis yang bisa kita laksanakan utk Palestina terus harus diperjuangkan. InsyaAllah mampu bahagiakan akhirat kita.(CAL)

Kamis, 25 Juni 2015

Kesedihan Berlanjut: Jamaah Muslim Gaza Shalat Tarawih di Tenda Pengungsian

tarawih-muslim-gaza

Tidak selamanya ramadhan di belahan bumi manapun di dunia ini mengambil narasi & kisah bahagia. Bagi sebahagian agung muslim di tanah air, setidaknya layak bersyukur bahwa tanah Indonesia yg amat sangat dibanggakan ini jauh dari teror, konflik, & permusuhan yg menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Tidak Sama dgn kenyataan yg mesti di terima oleh ribuan jamaah muslim yg masihlah setia menjaga tanah leluhur mereka di Gaza, Palestina. Sekarang Ini, Ramadhan 1436 H jamaah Palestina tetap melakukan shalat tarawih mereka di tenda-tenda darurat yg didirikan persis di kurang lebih lokasi reruntuhan masjid. Reruntuhan masjid yg dibom & dihancurkan oleh pasukan zionis Israel tatkala 51 hri agresi Israel di Gaza satu thn dulu.

Seperti yg dilansir oleh page MEMO terhadap satu minggu silam, Departemen Wakaf & Urusan Agama Palestina berinisiatif buat mendirikan tenda-tenda darurat tersebut sbg pengganti masjid yg semua hancur sesudah digempur Israel. sampai sekarang, reruntuhan masjid tetap belum sukses dibangun kembali mengingat tentara Israel masihlah tetap menerus mengepung Kota Gaza & memantau bak mata elang tiap-tiap gerak-gerik warga Gaza.

Di segi lain, mantan Pertama Menteri Palestina & Wakil Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dilaporkan memimpin segera shalat tawarih yg membakar semangat para pengungsi Palestina di kamp pengungsian di Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza. Ismail bersama menggebu-gebu memantik hati tiap-tiap pengungsi Palestina buat memetik kemenangan dari Allah. Dirinya berujar terhadap jamaah bahwa perang bersama Israel di waktu Ramadhan thn dulu merupakan cobaan, sekarang ini di ramadhan thn ini Beliau & masyarakat Palestina bakal menuai akhirnya.

Ramadhan th ini yakni momentum peringatan satu th sesudah gempuran dahsyat tentara Israel ke Gaza sesuai setahun dulu. Saat itu, setahun dulu. Israel membombardir tiap segi Kota Gaza dgn serangan membabi buta. Menewaskan ribuan jiwa muslim Palestina yg tidak bersalah & sedang menjalankan ibadah puasa.

Usai serangan biadab tersebut, Israel serta dikecam oleh tidak sedikit pihak lantaran diprediksi sudah melaksanakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia kelas berat.

Tertulis 67 masjid rusak terhadap sebahagian agung sisinya, & lebih kurang 150 masjid yang lain di Gaza rata dgn tanah. Sampai satu th sesudah kejadian penyerangan bar-bar itu, pembangunan infrastruktur di Kota Gaza masihlah bagaikan cita-cita. Akibatnya ribuan muslim Palestina terpaksa mesti menjalankan kebiasaan ibadah ramadhan dgn beratap tenda pengungsian & makanan minuman seadanya.

Derita mereka ialah duka kita, ramadhan th ini yaitu momentum paling indah utk menyantuni & menyelamatkan saudara muslimin yg membutuhkan di semua penjuru dunia.

Sedekah kita menghapus duka mereka. InsyaAllah nanti dapat bahagiakan akhirat kita.

(CAL)
SUMBER Sumber