Tidak selamanya ramadhan di belahan bumi manapun di dunia ini mengambil narasi & kisah bahagia. Bagi sebahagian agung muslim di tanah air, setidaknya layak bersyukur bahwa tanah Indonesia yg amat sangat dibanggakan ini jauh dari teror, konflik, & permusuhan yg menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Tidak Sama dgn kenyataan yg mesti di terima oleh ribuan jamaah muslim yg masihlah setia menjaga tanah leluhur mereka di Gaza, Palestina. Sekarang Ini, Ramadhan 1436 H jamaah Palestina tetap melakukan shalat tarawih mereka di tenda-tenda darurat yg didirikan persis di kurang lebih lokasi reruntuhan masjid. Reruntuhan masjid yg dibom & dihancurkan oleh pasukan zionis Israel tatkala 51 hri agresi Israel di Gaza satu thn dulu.
Seperti yg dilansir oleh page MEMO terhadap satu minggu silam, Departemen Wakaf & Urusan Agama Palestina berinisiatif buat mendirikan tenda-tenda darurat tersebut sbg pengganti masjid yg semua hancur sesudah digempur Israel. sampai sekarang, reruntuhan masjid tetap belum sukses dibangun kembali mengingat tentara Israel masihlah tetap menerus mengepung Kota Gaza & memantau bak mata elang tiap-tiap gerak-gerik warga Gaza.
Di segi lain, mantan Pertama Menteri Palestina & Wakil Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dilaporkan memimpin segera shalat tawarih yg membakar semangat para pengungsi Palestina di kamp pengungsian di Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza. Ismail bersama menggebu-gebu memantik hati tiap-tiap pengungsi Palestina buat memetik kemenangan dari Allah. Dirinya berujar terhadap jamaah bahwa perang bersama Israel di waktu Ramadhan thn dulu merupakan cobaan, sekarang ini di ramadhan thn ini Beliau & masyarakat Palestina bakal menuai akhirnya.
Ramadhan th ini yakni momentum peringatan satu th sesudah gempuran dahsyat tentara Israel ke Gaza sesuai setahun dulu. Saat itu, setahun dulu. Israel membombardir tiap segi Kota Gaza dgn serangan membabi buta. Menewaskan ribuan jiwa muslim Palestina yg tidak bersalah & sedang menjalankan ibadah puasa.
Usai serangan biadab tersebut, Israel serta dikecam oleh tidak sedikit pihak lantaran diprediksi sudah melaksanakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia kelas berat.
Tertulis 67 masjid rusak terhadap sebahagian agung sisinya, & lebih kurang 150 masjid yang lain di Gaza rata dgn tanah. Sampai satu th sesudah kejadian penyerangan bar-bar itu, pembangunan infrastruktur di Kota Gaza masihlah bagaikan cita-cita. Akibatnya ribuan muslim Palestina terpaksa mesti menjalankan kebiasaan ibadah ramadhan dgn beratap tenda pengungsian & makanan minuman seadanya.
Derita mereka ialah duka kita, ramadhan th ini yaitu momentum paling indah utk menyantuni & menyelamatkan saudara muslimin yg membutuhkan di semua penjuru dunia.
Sedekah kita menghapus duka mereka. InsyaAllah nanti dapat bahagiakan akhirat kita.
(CAL)
SUMBER Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar