Minggu, 31 Mei 2015

Water Truck Baru ACT Siap Keliling Gaza Suplai Air Bersih

Water Truck Baru ACT Siap Keliling Gaza Suplai Air Bersih


ACTNews, JAKARTA – Antisipasi krisis air di Gaza, Aksi Cepat Tanggap sudah siap operasikan water tank truck. Sebelumnya, di tengah situasi serangan 51 hari militer Zionis Israel atas Gaza, ACT menyuplai air bersih untuk warga Gaza dengan truk sewaan.
“ Untuk efisiensi, efektifitas, dan mobilitas, ACT membeli satu unit truk tanki pengangkut air bersih yang masih baru, yang siap keliling Jalur Gaza menyuplai air bersih untuk warga Gaza yang membutuhkan,” terang Herri Cahyadi dari Global Philantrophy Network ACT, kepada ACTNews, Jumat (12/9/2014).
ACT sengaja memilih truk dengan ukuran sedang, karena selain ukuran itu paling ideal untuk kondisi jalan di Jalur Gaza, juga kapasitas air yang masih cukup besar untuk sekali jalan. “ Kapasitasnya masih dinilai cukup besar, karena mampu menyuplai 7000 liter air bersih sekali jalan,” tambahnya.
Saat ini, sebagian warga Jalur Gaza alami kesulitan mendapatkan air bersih akibat hancurnya sejumlah instalasi penyedia air bersih akibat gempuran rudal militer Zionis Israel.
“Dengan adanya truk tanki ini, ACT tidak lagi menyuplai air di saat-saat tertentu, tetapi kapanpun bisa menyuplai air bersih bagi warga Gaza yang membutuhkan,” pungkas Herri. Alhamdulillah!
----
Foto: Sedang finishing proses, truk baru pengangkut air bersih bantuan dari bangsa Indonesia via ACT untuk warga Gaza, Palestina (dok ACT)

-------------
Mari wujudkan kepedulian untuk saudara-saudara kita di Dunia Islam, salurkan donasi Anda melalui rekening Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam: 
Rekening SOS PALESTINE:
 
BSM 101 000 5557
BRI 092 401 0000 18 304
Muamalat 304 0031 870
Mandiri 12 8000 459 3338
BNI 014 076 5481
BCA 676 030 0860
An. Aksi Cepat Tanggap

Donatur Cilik untuk Gaza

Donatur Cilik untuk Gaza ACTNews, JAKARTA – Kepedulian akan sesama seolah mampu menyentuh hati siapapun, dari berbagai elemen dan segala usia. Rabu sore (27/5), ada tamu cilik di kantor ACT. Aisyah Dinda Islami (7), tampak malu-malu masuk ruang tamu ACT ditemani Abi dan Ummi-nya.

“Aku mau kasih uang untuk temen-temen aku di Gaza,” katanya seraya menyerahkan tabungannya.  Lebih lanjut Aisyah bercerita, ia mengenal ACT sejak konflik Gaza kembali bergolak Juni 2014 lalu. Saat itu Tim ACT bertandang ke sekolah Aisyah, SD Islam Terpadu Baitul Maal yang berlokasi di Jurang Mangu, Tangerang Selatan, mengkampanyekan kepedulian untuk Gaza.
“Waktu itu aku sampe nangis pas nonton video-nya,” ungkap Aisyah ketika menceritakan kembali pengalaman menonton video soal Gaza yang diputarkan Tim ACT di sekolahnya. “Saat itu, Aisyah sampai membawa seluruh tabungannya, bahkan masih di dalam celengan Barbie-nya," kata Adi Rasidi, ayahanda Aisyah.
“Hari ini Aisyah ulang tahun. Dari semalam ia sudah cerewet sekali ingin ke ACT untuk memberikan tabungannya kepada teman-teman di Gaza,” Adi menambahkan sambil tersenyum. Aisyah cilik sangat ingin berbagi kebahagiaan pada hari ulang tahunnya dengan anak-anak di Gaza. Aisyah mengaku telah menabung selama dua bulan untuk mengumpulkan donasi ini dan memberikannya tepat di hari ulang tahunnya. 
Hatiku bergetar. Bahagia sekali, keluarga Adi Rasyidi, sukses mentransformasi nilai kepedulian untuk putri belianya. Terbayang, seperti apakah Aisyah saat ia dewasa kelak. Kecil gemar berbagi, nanti kepeduliannya secara bertahap kian tertata, bertaut hati dan bekerja bersama Aisyah-Aisyah lainnya. Filantropis muda ini memberi harapan besar bagi negeri ini dan dunia. Insya Allah.
Dari Aisyah, kita bisa belajar bagaimana seorang anak mampu berkeinginan untuk berbagi kebahagiaan dan memberikan yang terbaik bagi Saudaranya yang membutuhkan meskipun jauh di belahan bumi yang lain. Terima kasih Aisyah, kami ikut bangga dan berbahagia atas kehalusan budi dan kebeningan nuranimu. 
Sejenak renunganku terpotong. Suara kanak-kanak Aisyah membuatku memberhatikannya. “Aku mau buat surat untuk teman-teman Gaza, nanti ACT bantu kirimkan ya,” katanya, sembari tersenyum. Iya, Aisyah, kami 'kan sampaikan suratmu untuk anak-anak pemberani di Gaza. (Desy Kurnia, Public Relation Officer-ACT)

Rabu, 27 Mei 2015

Zionis Israel Bakar Anak Palestina, Gaza Membara






 ACTNews, Gaza - Tensi yang memanas di Gaza dan Tepi Barat disebabkan oleh tewasnya seorang remaja Palestina bernama Muhammad Abu Khdeir, 17 tahun, yang diculik, disiksa, lalu dibakar oleh pemukin illegal Yahudi di Tepi Barat. Ini memicu kemarahan dari rakyat Palestina.

Secara kronologis, malam hari sebelum diculiknya Abu Khdeir, sekitar 200 Yahudi ekstrimis melakukan unjuk rasa di Jerusalem dan menyerukan “Death to the Arabs”. Mereka juga melakukan intimidasi disertai kekerasan terhadap warga Israel yang keturunan Arab yang mereka ditemui di jalan.

Empat jam setelah itu, barulah peristiwa penculikan Abu Khdeir terjadi, tepat sebelum jam 4 pagi (sebelum shalat Shubuh). CCTV menunjukkan Abu Khdeir diculik oleh 3 orang yang memaksa masuk ke dalam mobil, tidak jauh dari kediaman Khdeir di Shuafat, Jerusalem Timur. Sejam kemudian polisi menemukan tubuh Khdeir dalam kondisi mengenaskan penuh luka dan terbakar.

Keluarga meyakinkan bahwa itu jasad Abu Khdeir yang menghilang saat hendak pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Shubuh berjamaah. Sesuai CTTV, Abu Khdeir diculik saat menunggu shalat Shubuh di luar masjid tidak jauh dari rumahnya. Keluarga Abu Khdeir memiliki bukti rekaman CCTV siapa saja yang menculik Khdeir. Tidak dapat dipungkiri dari bukti yang dimiliki penduduk illegal Israel-lah yang melakukan kekejaman tersebut. Tapi polisi Israel masih mendalami kasus ini.

Video CTTV dapat dilihat di sini: http://www.theguardian.com/world/2014/jul/03/palestinian-teenager-khdeir-video-footage-abduction-kidnapping

Tindakan keji warga Israel ini diduga dipicu tewasnya 3 remaja Israel (berita dari Gaza mereka adalah serdadu) yang ditemukan tidak jauh dari lokasi menghilangnya mereka selama 19 hari. Diduga mereka melakukan balas dendam terencana terhadap warga Palestina. Pemerintah Israel pun menuduh Hamas berada di balik penculikan 3 remaja tersebut, meski tanpa adanya bukti nyata. Pemerintah Israel menyatakan Hamas harus bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi.

Saat pemeriksaan saksi-saksi, sepupu Abu Khdeir, Thariq Khdeir, 15 tahun, mengalami kekerasan yang tidak berdasar.

Setelah penemuan jasad Abu Khdeir, seratusan pemuda berkumpul di Jerusalem Timur dan menimpuki polisi Israel dengan batu. Bentrok yang terjadi selama dua hari ini menyebabkan 60 pemuda luka-luka.

Selain bentrok di Jerusalem, sudah dua hari ini semenjak Rabu, Gaza diserang menggunakan pesawat dan apache Israel. Banyak bangunan hancur dan warga Gaza dirundung ketakutan. Kurang lebih 10 warga Gaza dilarikan ke rumah sakit karena terkena serangan Israel tersebut. “Hukuman Kolektif” Israel terhadap Gaza ini banyak dikutuk oleh masyarakat dunia, mengingat tidak adanya bukti siapakah pelaku penculikan 3 orang remaja Israel.

Tidak tinggal diam, Hamas pun membalas serangan tersebut dengan menembakkan roket. Setelah beberapa hari eskalasi konflik ini terjadi, akhirnya Hamas bersedia untuk gencatan senjata (menghentikan penembakan roket ke wilayah pendudukan Israel) dengan syarat Israel menghentikan serangan membabi-buta mereka ke Jalur Gaza. Intelijen Mesir berniat menjadi broker gencatan senjata antara Hamas dengan Israel. Sejauh ini Israel belum menanggapi dan terus meluncurkan serangan ke beberapa titik di Gaza.

Hari ini pun tensi di Tepi Barat dan Yerusalem semakin memanas seiring kematian brutal yang dialami oleh seorang remaja Palestina, Muhammad Abu Khdeir (17 tahun). Pemakaman Khdeir ditunda sebab Israel menolak memberikan jasadnya sampai keluarga keculai menandatangai dengan pernyataan kalau Khdeir tewas karena bentrok keluarga.

Keterangan foto: Muhammad Abu Khder, 17 tahun, syahid



-----------------

Marhaban Yaa Ramadhan, mari menangkan dengan ibadah terbaik kepada-Nya dan kepedulian kita bagi semua. Bantuan dapat berupa barang kebutuhan atau donasi yang dapat disalurkan melalui :

Rekening Zakat:

BCA # 676 030 2021

Bank Mandiri #128 000 4793 136

Bank Permata Syariah # 097 0613 048

Bank CIMB Niaga Syariah # 528 01 0000 1006

BNI Syariah # 009 611 0239

Bank Syariah Mandiri # 706 854 8181

Bank Muamalat # 304 0031 870


Rekening Infak & Sedekah:

BNI Syariah # 55 0000 7772

BCA # 676 025 5040

Bank Mandiri #164 0000 965 576

An. Aksi Cepat Tanggap

Sumber

Kemenangan Palestina: Nelayan Gaza Bisa Melaut Hingga 6 Mil




GAZA - Pemerintah penjajah Zionis pada Kamis (28/8) memberikan izin kepada nelayan Palestina di Jalur Gaza untuk memasuki area laut hingga 6 mil yang sebelumnya hanya 3 mil sebagai penerapan dari nota gencatan senjata.

Asosiasi nelayan Palestina di Jalur Gaza, Nazzar Ayyash mengatakan dalam pernyataan persnya kepada kantor berita Anatol bahwa Zionis sejak Kamis memberikan izin kepada nelayan Palestina untuk masuk area laut hingga 6 mil dari yang sebelumnya 3 mil.

Selasa kemarin, perlawanan Palestina dan ‘Israel’ menyepakati gencatan senjata jangka panjang dengan mediasi Mesir. Gencatan senjata ini dianggap sebagai kemenangan karena sebagian besar tuntutan perlawanan Palestina direspon dan disambut baik oleh dunia internasional.

Kementerian luar negeri Mesir menegaskan, gencatan senjata ini akan diikuti oleh pembukaan perlintasan di perbatasan Jalur Gaza dengan wilayah yang diduduki Zionis termasuk mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan dan kebutuhan untuk rekontruksi.

Selama sebulan ini pembahasan soal perundingan antara Zionis dan Palestina masih berlangsung membahas masalah tawanan dan masalah pelabuhan dan masih berlangsung dengan mediasi Mesir.

--

Foto: in shaa Allah, para nelayan warga Palestina di Jalur Gaza akan melaut lagi dengan gembira, sebagian akan menggunakan perahu ikan sumbangan masyarakat Indonesia via ACT (dok ACT); News source: info palestina



-------------

Mari wujudkan kepedulian untuk saudara-saudara kita di Dunia Islam, salurkan donasi Anda melalui rekening Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam:

Rekening SOS PALESTINE:

BSM 101 000 5557
BRI 092 401 0000 18 304
Muamalat 304 0031 870
Mandiri 12 8000 459 3338
BNI 014 076 5481
BCA 676 030 0860


An. Aksi Cepat Tanggap
Sumber



Banjir di Gaza Tak Surutkan Semangat Juang Bangsa Palestina


 JAKARTA – bersama warganya, kini harus bertahan hidup menghadapi kondisi alam yang bisa ancam keselamatan jiwa.Jalur Gaza yang sudah porak poranda akibat serangan militer Zionis Israel sepanjang bulan Ramadhan yang lalu,

Musim dingin dan banjir mencobai warga Gaza, Palestina hari-hari ini. Kota Gaza yang diguyur hujan dua hari berturut-turut, menyebabkan badan dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan darurat banjir di Palestina.

 “ Bencana ini tak akan menyurutkan semangat bertahan mereka sebagai bangsa pejuang. Tak juga akan mengubah karakter mereka menjadi tangan di bawah, meski pintu bantuan sedemikian terbuka dari berbagai belahan dunia. Segala persoalan yang menimpa, insya Allah justeru meningkatkan dan menyempurnakan iman mereka kepada Allah SWT,” ungkap Imam Akbari, Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) menanggapi situasi terkini yang melanda warga Jalur Gaza, Minggu (30/11/2014).

Imam Akbari menjelaskan, ACT melalui program SOS Palestine tidak akan berhenti untuk terus menunaikan amanah  bangsa Indonesia dalam rangkaian program yang terpadu dan berkelanjutan.

“ Kami tak hanya mendistribusikan bantuan dasar kebutuhan mereka di fase emergency  seperti banjir yang sedang melanda saat ini, berupa bantuan pangan dan suplai air bersih. Tapi hal urgen lainnya adalah upaya agar tak jatuh lagi korban jiwa,” katanya.

Imam melanjutkan, selain program emergency, ACT juga concern mengawal program pemberdayaan ekonomi yang mampu memberi nilai tambah dan mengokohkan kemandirian masyarakat.

foto: republika
Sumber

Selasa, 26 Mei 2015

Qurban Anda untuk Gaza, Semoga Mengikis Duka Mereka

JAKARTA – Kendati sekarang Kota Gaza, Palestina relatif aman dengan adanya gencatan senjata antara militer Zionis Israel dan pejuang Hamas, tak berarti semua problem kemanusiaan di sana berakhir.
Akibat perang, kemiskinan warga Gaza meningkat. Data dari PBB mengungkapkan bahwa 80% keluarga di Gaza menggantungkan hidupnya dari bantuan kemanusiaan, dan 39% warganya hidup di bawah garis kemiskinan.

“Warga Gaza saat ini sedang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dari warga dunia. Sebab, dengan kehancuran infrastruktur Kota Gaza yang parah, warga justeru sekarang terhimpit oleh ragam krisis yang sangat mengancam kelangsungan hidup mereka,” ujar Vice President ACT, N. Imam Akbari, kepada ACTNews, Jumat (12/9/2014).

Lebih jauh Imam menjelaskan, salah satu krisis yang terjadi adalah krisis pangan yang makin meningkat. Pasalnya, setelah blokade 8 tahun lebih, ditambah serangan masif 51 hari sejak bulan Ramadhan yang lalu, bisa dibayangkan kesulitan warga Gaza mendapatkan makanan.

Imam mengatakan, untuk merespon hal ini, program Global Qurban Tahun 1435 Hijriah, secara khusus memberi perhatian kepada warga Gaza. 

“Global Qurban menjadikan Kota Gaza, Palestina sebagai wilayah khusus distribusi daging qurban untuk warganya. Kekhususan ini terkait misalnya tingkat kebutuhan warga Gaza terhadap bantuan kemanusiaan berupa pangan akibat blokade berkepanjangan dan serangan militer Israel, tingkat kesulitan penyaluran daging qurban, dan sebagainya,” kata Imam.

Soal harga hewan qurban untuk Gaza juga bersifat khusus, yakni sapi Gaza dibanderol Rp. 29.750.000 dengan berat minimal 400 kilogram, kambing Gaza Rp 4.000.000 dengan berat minimal 45 kilogram, dan unta Rp. 24.750.000 dengan berat minimal 300 kilogram.

“ Dengan menyalurkan daging qurban Anda untuk warga Gaza, semoga bisa membahagiakan atau setidaknya mengurangi kesedihan warga Gaza akibat ragam kehilangan seperti sanak keluarga yang meninggal dan harta benda akibat serangan militer Zionis Israel,” pungkas Imam.

Sumber

Ambulans ACT Jadi Andalan RS Syifa di Gaza-Palestina

KOTA GAZA – Seperti dilaporkan oleh mitra ACTNews di Gaza, Abdillah Onim, ambulan ACT itu langsung ditempatkan di RS Syifa Kota Gaza, untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi keperluan evakuasi warga Gaza dari luar rumah sakit atau dari rumah sakit ke tempat-tempat dimana warga membutuhkannya.

Usai empat bulan lamanya menunggu dan berjam-jam melakukan perjalanan demi menembus perbatasan Raffah, akhirnya ambulans dari rakyat Indonesia yang diupayakan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi andalan Rumah Sakit Syifa di Kota Gaza. Serah-terima kunci ambulans berlangsung, Sabtu (7/2) siang waktu setempat di Kota Gaza.

Penyerahan kunci itu dilakukan oleh seorang wakil dari Kementerian Perhubungan Palestina—pihak yang menerima ambulans di Raffah 22 Januari lalu, kepada Diyab Ramlawi, Direktur Utama Bidang Transportasi Kementerian Kesehatan Gaza – Palestina.

“Kami bersyukur atas bantuan ambulans dari ACT, terutama dari rakyat Indonesia yang telah peduli dengan rakyat Palestina selama ini. Mudah-mudahan ambulans ini dapat kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan memberi berkah kepada orang-orang Palestina di Kota Gaza,” ujar Diyab saat menerima kunci ambulans. Alhamdulillah.

Senin, 25 Mei 2015

Ambulans Indonesia Ada di Gaza

RAFAH – Perjalanan ambulans bantuan dari masyarakat Indonesia ini terbilang tidak mulus. Tim harus melewati 10 check-point di rute El-Arisy ke Rafah. Sementara antara Kairo – El-Arisy terdapat 7 check-point. Total chek- point  yang harus dilewati ambulans ada 17 titik. Jalur El-Arisy – Rafah diketahui menjadi wilayah dimana kelompok-kelompok bersenjata  tak dikenal berkeliaran. Biasanya setiap kendaraan yang melintas, terutama mobil polisi, kerap menjadi sasaran ‘latihan menembak’ kelompok tersebut.

Sehari sebelumnya, Rabu (21/1) pukul 11.00 waktu setempat, keberangkatan 3 ambulans dari ACT dan KNRP itu dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Nur Fauzi Suwandi, di kantor KBRI Mesir, Kairo. “Mewakili pemerintah, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pengadaan unit ambulans untuk warga Gaza, Palestina. Warga Gaza saat ini  berada dalam himpitan dan penderitaan yang luar biasa,”  ujar Nur Fauzi Suwandi dalam sambutannya.

Setelah melalui perjalanan darat cukup panjang dari Kairo, 3 ambulans bantuan masyarakat Indonesia yang diupayakan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan KNRP, Kamis (22/1) tiba di Gaza. Sebelumnya ketiga ambulans ini diserah-terimakan tim ACT, KNRP dan KBRI mesir kepada Khalid Barhum, penanggungjawab penerimaan bantuan untuk Gaza dari Kementerian Perhubungan Palestina, di gerbang Rafah selepas tengah hari waktu setempat.
 
Seperti dilaporkan mitra ACT di Kairo, tim sempat menunggu 20 menit di gerbang Rafah untuk menyelesaikan proses administrasi. Tuntas persoalan adminsitrasi di perbatasan ambulans langsung diserahkan kepada Khalid Barhum.
 
Tak perlu waktu lama, usai acara tanda-tangan berita acara penyerahan, berfoto dan melepas ambulans menuju Gaza, pukl 14.00 waktu setempat tim langsung kembali ke Kairo guna menghindari jam malam dalam perjalanan Rafah – El Arisy. Alhamdulillah proses serah-terima berlangsung lancar berkat bantuan kawan dari Bulan Sabit Merah-Mesir bagian utara.
Sumber

Minggu, 24 Mei 2015

Ambulan Indonesia Masuk Gaza

KAIRO – Upaya bantuan ambulans dengan kelengkapan medik berstandar internasional ini sesungguhnya sudah diupayakan sejak bulan Oktober tahun 2014 silam. Namun karena ada insiden ledakan bom di Rafah, pemerintah Mesir menutup pintu perbatasan di sana. Walhasil pemberangkatan tertunda selama 4 bulan, dan baru terlaksana awal tahun ini. Alhamdulillah.

Bantuan 3 unit ambulans dari masyarakat Indonesia yang diupayakan realisasinya oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan KNRP, segera memasuki Gaza melalui pintu perbatasan Rafah. Perwakilan ACT dan KNRP serta staf KBRI di Mesir dijadwalkan akan mencapai Rafah pada pukul 09.00 pagi waktu setempat atau pukul 14.00 Wib, Kamis (22/1). Ambulans bergerak menuju Rafah melalui rute Kairo – Ismailiyah - El Arys kemudian Rafah.

Sehari sebelumnya, Rabu (21/1) pukul 11.00 waktu setempat, keberangkatan 3 ambulans dari ACT dan KNRP itu dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Nur Fauzi Suwandi, di kantor KBRI Mesir, Kairo. “Mewakili pemerintah, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pengadaan unit ambulans untuk warga Gaza, Palestina. Warga Gaza saat ini  berada dalam himpitan dan penderitaan yang luar biasa,”  ujar Nur Fauzi Suwandi dalam sambutannya.

Sebagai sesama bangsa, lanjut Nur Fauzi, pemerintah dan rakyat Indonesia akan senantiasa mendukung segala usaha untuk membantu proses kemerdekaan bangsa Palestina dari penjajah Israel. “Alhamdulillah pintu Rafah kini kembali dibuka sejak 4 bulan lalu. Kepada para relawan dari Indonesia, saya sampaikan banyak-banyaklah berdoa agar Allah SWT senantiasa memudahkan urusan kita,” lanjut Nur Fauzi Suwandi.

Menurut informasi terakhir yang disampaikan oleh mitra ACT di Mesir, Basri Dally, di perbatasan Rafah ambulans akan diterima oleh pihak Kementerian Kesehatan Palestina. Serah-terima ambulans dari Indonesia diwakili oleh Amir Syarifudin, staf Pendidikan Sosial-Budaya KBRI dan wakil NGO Indonesia di Mesir kepada wakil Kementerian Kesehatan Palestina. 
Sumber

Kamis, 21 Mei 2015

Bencana Mengintai Ketika Jalura Gaza Membeku

Jalur Gaza Membeku, Bencana Mengintai


JALUR GAZA - Infrastruktur dasar di Gaza, sejak invasi Israel pertengahan tahun lalu, kini berada dalam kondisi kritis. Kondisi itu bukan hanya karena akibat bombardir Israel, namun juga keterbatasan material bahan bangunan untuk memperbaikinya akibat blokade Israel di wilayah ini.  Pembangkit listrik, rumah, sekolah-sekolah dan rumah sakit hancur dan tak berfungsi.

Dengan adanya serangan musim dingin dan keadaan serba terbatas itu warga Gaza berada dalam ancaman bencana dan tragedi. Kondisi ini bahkan telah merenggut nyawa, empat diantaranya adalah bayi.

Sejak beberapa pekan terakhir, warga Palestina di Jalur Gaza harus berjuang menghadapi musim dingin akibat serangan Badai Huda di kawasan Timur Tengah. Angin kencang, suhu dingin yang ekstrim dan hujan lebat menyebabkan beberapa kerusakan dan banjir di beberapa bagian wilayah Jalur Gaza, sejak awal Januari 2015.

Alat pemanas ruangan, alas tidur, pakaian hangat dan tentu saja ketersediaan pangan menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan warga Palestina di Gaza yang kini hidup di penampungan-penampungan sementara.

Dengan kecenderungan meningkatnya kondisi dingin sampai beberapa pekan ke depan, warga Gaza di penampungan mau tak mau harus berjuang melawan suhu dingin ekstrim. Ahmed Abu Raida (29) yang tinggal di unit penampungan sementara di Khuza’a mengungkapkan, ia bersama keluarganya  harus berusaha melawan suhu dingin.

“Sangat berat berhadapan dengan kondisi (dingin) ini, apalagi hampir sepanjang waktu kami tak mendapat suplai listrik. Dua anak saya sering jatuh sakit. Mereka mengeluh sakit perut dan alami diare, kadang muntah-muntah. Mereka juga sering pilek. Kami tak punya apa-apa untuk menghadapi musim dingin ini. Satu-satunya yang bisa saya lakukan hanyalah memeluk anak-anak untuk membuat mereka tetap merasa hangat. Kadang saya membuat api di ruangan ini, tapi terlalu berbabahaya, apalagi asapnya tak baik untuk kesehatan,” tutur Ahmed, Jum’at (16/1).
ACTNews

Rabu, 20 Mei 2015

Wisuda Tunanetra dan Tunarungu Penghafal Qur'an Palestina



PALESTINA - Blokade, agresi, hidup dengan segala keterbatasan, bahkan kebutaan dan keterbatasan pendengaran tak menghalangi pemuda dan warga di Jalur Gaza untuk menghafal Al-Quran dan mempelajarinya. Dengan cahaya dari Allah dalam hati mereka dan tekad baja, mereka mendekap Al-Quran.

Melalui dua program “Perkemahan Menuju Cahaya Angkatan 3” dan “Dengan Al-Quran Kita Mulia Angkatan 2” yang diselenggarakan oleh Daarul Quran wa Sunnah di Gaza dengan pendanaan dari Badan Internasonal untuk Menghafal Al-Quran yang berpusat di Jedah, organisasi Viva Palestina – Malaysia, kisah-kisah “mu’jizat” terukir. Markaz filistini lil i’lam (Pusat Informasi Palestina) yang ikut menyaksikan salah satu acara wisuda itu tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya.

Shaima Abu Musfata, putri Palestina ini tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah menghafal beberapa juz Al-Quds saat ikut program “Menuju Cahaya" ini. “Saya belajar di perkemahan ini membaca Al-Quran, tajwid, menghafal beberapa juz, belajar Sirah Nabawiah dan lain-lainnya. Selain itu, kami belajar berinteraksi dengan sesama penyandang tuna netra sehingga lebih dekat.”

Shaima yang meraih sarjana S1 di bidang pendidikan khusus ini berharap akan mendapatkan keterampilan baru dari perkemahan ini sehingga menjadi manusia produktif dan bermanfaat bagi orang banyak. Ia juga berharap ada program mengasah keterampilan penyandang tuna netra.

“Saya berharap orang seperti saya tidak dimarginalkan. Mereka masih bisa belajar dan bekerja meski tak bisa melihat," tegas Shaima.

Hal yang sama dirasakan oleh pelajar lainnya Haniyah Suhail. Ia senang bisa belajar Kitabullah dan menghafalnya. Ia berharap perkemahan yang istimewa ini memberikan perhatian lebih kepada pelajar tuna netra untuk lebih semangat belajar dan menghafal Al-Quran.

Ketua Dewan Manajeman Daarul Quran wa Sunnah Dr. Abd Rahman Al-Jamal mengungkapkan kebahagiaannya tak terkira karena bisa menghimpun semua unsur masyarakat Palestina dalam program ini. Ia mengatakan, dengan Al-Quran ini, Allah mengangkat derajat orang-orang yang mempelajarinya dan kami memberikan penghargaan atas usaha semua pihak dalam usaha menelurkan penghafalan Al-Quran ini.

Ia memberikan apresiasi kepada Viva Palestina – Malaysia yang memberikan dukungan atas propgram penghafalan Al-Quran di Palestina dan memberikan perhatian lebih kepada kelompok tuna netra, bahkan diberikan mushaf Braile yang khusus untuk tuna netra. Ini sangat membantu dalam membaca dan menghafal Al-Quran.

Dr. Abd Rahman menegaskan, ada kelompok tuna rungu juga belajar dengan bahasa isyarat. Para pelajar sangat bahagia dengan program ini.

Dulu kita hanya punya 18 pelajar putra putri sekarang memiliki 60 pelajar. Mereka belajar Al-Quran, ilmunya dan semua yang terkait dengan Al-Quran, juga ada program rekreasi.

Kami juga berkoordinasi dengan lembaga Penghafal Al-Quran di Saudi dan berusaha menggelar perkemahan Al-Quran dua kali setiap tahun dengan izin Allah. Bahkan dibuka program umrah ke Makkah dan Madinah untuk lebih dekat dengan kota Rasulullah saw. ACTNews,

Sekolah Anak Disabilitas Gaza Mencapai 75 Persen

GAZA – Alhamdulillah, proses pembangunan sekolah untuk anak-anak disabilitas di Gaza berjalan lancar. Sampai saat ini, proses pembangunan sudah mencapai 75 persen. 
 
Al Tawheed, mitra implementator ACT dan Akhwat Bergerak untuk program pembangunan sekolah untuk anak disabilitas di Gaza, melaporkan dalam surat elektroniknya yang diterima ACT, Jumat (30/4/2015). 
 
Setiap hari kerja (Minggu-Kamis), rata-rata 12 orang pekerja bekerja tiap hari yang terdiri dari engineer, foreman, gypsum labor, electrician, plumber, dan labor.
 
Beberapa hambatan yang dialami adalah karena pemadaman listrik yang terjadi semakin parah, juga blokade berkepanjangan dari Israel dan perbatasan yang masih tutup, menyebabkan harga-harga mengalami kenaikan, sehingga anggarannya menjadi lebih besar dari yang direncanakan di awal.
 
Rencana pengerjaan berikutnya adalah mengerjakan bagian-bagian dari bangunan seperti kamar mandi, sistem saluran air, saluran listrik, dan proses finishing. Untuk ini, akan dilakukan tender untuk memilih kontraktor yang menawarkan kualitas pengerjaan baik dengan harga yang terjangkau anggaran. (ai,ajm)