Senin, 29 Juni 2015

Bukti Kejahatan Perang Dibeber, Israel Murka di Sidang PBB


JENEWA - Pemerintah Israel murka di sidang PBB di Jenewa. Musababnya, berbagai bukti kejahatan perang militer Israel di Gaza tahun 2014 dibeber Dewan HAM PBB.
Duta Besar Israel untuk PBB, Eviator Manor, menyebut laporan kejahatan perang militer Israel yang dibuat Komisi Penyelidik PBB itu sebagai laporan yang “cacat moral”.
”Saya di sini dan tidak di sana, karena Dewan HAM telah meninggalkan keadilan, telah menjadi cacat moral dan telah sepenuhnya dipolitisasi oleh kepedulian terhadap HAM universal,” kata Manor kepada wartawan di luar sidang PPB di Jenewa.
”Ini bukan Dewan HAM. Ini adalah Dewan Hak Asasi Manusia Palestina,” kesal dia. Lantaran tak terima dengan laporan itu, Israel memboikot sidang PBB.
Menurut Reuters, Selasa (30/6/2015) sidang selama tiga jam kemarin juga diwarnai debat. Pemimpin sidang PBB di Jenewa bahkan menegur duta Arab Saudi dan Venezuela yang menyebut Israel sebagai “rezim rasis” dan pihak yang melakukan “agresi genosida”.
Sebelumnya, Kepala Komisi Penyelidik PBB untuk Perang Gaza 2014, Mary McGowan Davis, menyuguhkan laporan hasil penyelidikan komisi itu.
“Pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional dan HAM Internasional oleh Israel dan kelompok bersenjata Palestina, dalam beberapa kasus kejahatan perang besar,” kata Davis. Dalam perang Gaza 2014 antara Hamas dan Israel, lebih dari 2.140 warga Palestina, yang mayoritas warga sipil tewas. Sedangkan dari pihak Israel sekitar 73 orang tewas yang rata-rata tentara.
Laporan komisi itu mengecam penggunaan senjata berat oleh Israel di Gaza yang digunakan untuk menghancurkan bangunan tempat tinggal dan sekolah milik PBB di Gaza. ”Laporan mempertanyakan apakah kebijakan serangan terhadap sipil telah disetujui secara diam-diam oleh para pengambil keputusan di tingkat tertinggi dari pemerintah Israel,” ujar Davis.
Laporan itu juga mengutuk aksi militan Hamas yang secara sembarangan menembakkan ribuan roket ke wilayah Israel. Serangan itu dianggap sebagai teror terhadap warga sipil Israel.
Perwakilan Palestina untuk PBB, Ibrahim Khraishi, memuji laporan itu. Namun, dia mengeluhkan bahwa keseimbangan laporan itu masih palsu. ”Bahasa laporan tersebut tidak mempertimbangkan bahwa konflik tidak seimbang. Kerugian tidak tak terhitung,” katanya kepada Dewan HAM PBB.
(mas)
Sumber : Sindo News

http://act.id

Moroccanoil Ternyata Produk ‘Israel’


PALESTINA, Ahad (Electronic Intifada): Dari namanya orang cenderung menyangka ini produk Afrika Utara, padahal sebenarnya dari ‘Israel’. Moroccanoil, produk perawatan rambut yang kemasannya berwarna biru kehijauan cerah ini cukup terkenal di kalangan salon-salon kecantikan di Inggris dan banyak dicari.
Minyak argan yang merupakan ramuan utama produk tersebut memang dari biji-bijian yang berasal dari Maroko. Orang-orang Arab Afrika Utara dan wanita Barbar konon sejak dulu menggunakan minyak tersebut untuk perawatan kulit dan rambut.
Namun, dalam konteks Moroccanoil  –minyak argan yang menjadi bahan dasar perawatan rambut– sebenarnya hanyalah minyak mentah yang dikombinasikan dengan bahan-bahan berbahaya yang biasa terkandung dalam kosmetik dan dibuat di ‘Israel’. Kaitan Moroccanoil dengan ‘Israel’, bisa dilihat di situs perusahaan tersebut. Asal usul produk hanya disebut dua kali dalam situs tersebut.
Salah satunya terselip di bagian “terms and conditions”. Satu lagi, di bagian “behind the brand”. Di situ tertulis: “Kisah kami dimulai ketika pendiri Moroccanoil, Carmen Tal, sedang berjalan-jalan di ‘Israel’. Setelah diwarnai, rambutnya mengalami kerusakan parah. Lalu, seorang teman membawanya ke sebuah salon dimana ia pernah merasakan perawatan minyak rambut yang menakjubkan. Hasilnya, rambutnya seketika berubah dari rusak menjadi bersinar, lembut dan mudah diatur.”
Hasbara
Moroccanoil telah masuk dalam situs boikot ‘Israel’, seperti BDSList. Di Irlandia, para penata rambut di wilayah Limerick juga sempat didesak untuk memboikot Moroccanoil saat terjadi serangan ke Gaza tahun 2014. Setidaknya, ada tiga alasan yang membuat Moroccanoil berhak mendapat tempat teratas dalam daftar kampanye boikot.
Pertama, ia mengandung hasbara. Dalam bahasa Ibrani, hasbara berarti “menjelaskan”. Kata ini merupakan eufimisme untuk propaganda. Hasbara merupakan program pencitraan yang bertujuan menyebarkan informasi “positif” tentang ‘Israel’ ke penjuru dunia. Hasbara digunakan untuk menyebut upaya menjelaskan kebijakan ‘Israel’ dan mempromosikan ‘Israel’ di tengah pemberitaan negatif.
Salah satu contoh hasbara adalah pinkwashing dan greenwashing. Kedua istilah ini sudah umum dikenal para aktivis. Pinkwashing merupakan bagian kampanye ‘Israel’ atas hak-hak kaum homoseksual di ‘Israel’ untuk mengalihkan perhatian dunia internasional dari pelanggaran HAM dan penjajahan yang mereka lakukan. Sementara, greenwashing merupakan kampanye ramah lingkungan yang digunakan Zionis untuk mengalihkan perhatian dunia dari sistem apartheid.
Moroccanoil dianggap menutupi kejahatan ‘Israel’. Citra Moroccanoil juga diidentikkan dengan keglamoran. Dengan kata lain, ‘Israel’ dikaitkan dengan kecantikan dan kemewahan alih-alih diskriminasi dan penjajahan. Dengan alasan itu, Moroccanoil bisa dipandang sebagai sebuah bentuk hasbara.
Ke dua, Moroccanoil juga mengeksploitasi bahasa “inspirasi dan pemberdayaan” untuk meyakinkan kaum wanita membeli produk mereka. Situs Moroccanoil menggunakan wawancara dengan para wanita yang terlibat dalam aksi kerja sukarela, energi terbarukan dan kampanye hak-hak binatang untuk kampanye greenwash. Padahal, kenyataannya produk itu sendiri terkait dengan penindasan dan rezim yang sewenang-wenang.
Ke tiga, fakta bahwa mereka menamai produk tersebut Moroccanoil. Perusahaan itu tampaknya sengaja menipu, mengaku beridentitas ?kalau pun memang ada kaitannya dengan Israel? komunitas Yahudi Afrika Utara yang terpinggirkan. Dan bukannya identitas elite kaya yang meraup keuntungan dari perdagangan internasional.* (Electronic Intifada | Sahabat Al-Aqsha)

Sumber : sahabatalaqsha.com/nws/?p=17062

http://act.id

Minggu, 28 Juni 2015

Menyapa Gaza Palestina di Ramadhan 1436 H


Tidak selamanya ramadhan di belahan bumi manapun di dunia ini mengambil narasi & kisah bahagia. Bagi sebahagian gede muslim di tanah air, setidaknya layak bersyukur bahwa tanah Indonesia yg teramat dibanggakan ini jauh dari teror, konflik, & permusuhan yg menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Tidak Serupa dgn kenyataan yg mesti di terima oleh ribuan jamaah muslim yg tetap setia menjaga tanah leluhur mereka di Gaza, Palestina. Sekarang Ini, Ramadhan 1436 H jamaah Palestina tetap lakukan shalat tarawih mereka di tenda-tenda darurat yg didirikan persis di seputar ruang reruntuhan masjid. Reruntuhan masjid yg dibom & dihancurkan oleh pasukan zionis Israel selagi 51 hri agresi Israel di Gaza satu th dulu.
Di tiga garis batas Palestina : Jalur Gaza, Kota Al-Quds & West Point atau Pinggir Barat, jutaan keluarga muslim Palestina melakukan ibadah ramadhan 1436 H dgn kehidupan yg jauh dari pantas, tetapi ancaman kesengsaraan akibat kekejaman tentara zionis Israel tidak menyurutkan niat & tekad meraka buat masihlah bersi kukuh.
Telah nyaris menjelang 9 th Jalur Gaza dikepung, dipantau 24 jam penuh bersama senjata kelas berat dari tentara Israel. Kehidupan ekonomi masyarakatnya diembargo. Seputar 1.8 juta jiwa penduduknya dikurung & diawasi tiap-tiap gerak geriknya dalam penjara raksasa berbentuk Kota mati Gaza, 365 kilo meter persegi luasnya.
Cocok setahun yg dulu di mana rombongan tentara Israel di bawah kendali pemerintahan zionis melancarkan serangannya membabi buta ke seluruhnya penjuru Gaza. Pertolongan dunia pula seketika mengalir. Sekarang Ini, Gaza yakni sebentuk kota bersama naungan kemanusian yg tetap berdatangan coba menembus garis tembok pembatas yg dibangun oleh tentara Israel di segala penjuru Gaza.
Menjelang satu pekan pengerjaan Ramadhan 1436 H, ada secuil berita gembira dari Gaza terkait progress pertolongan kemanusiaan berupa Sekolah Disabilitas Gaza hasil sinergi dari Tindakan Langsung Tanggap (ACT), Akhwat bergerak & Save Gaza Project. Berdasarkan laporan yg di terima, sekolah disabilitas satu-satunya yg berada di Gaza itu pembangunannya telah memasuki step akhir berkat donasi yg luar biasa dari rakyat Indonesia yg dihimpun oleh Akhwat Bergeak & ACT.
Sekolah Disabilitas Gaza yg dibangun Indonesia di tanah Palestina tersebut sejatinya adalah sekolah pengganti yg dibangun ulang sesudah setahun dulu, cocok di saat bln ramadhan serta SSekolah Disabilitas Gaza ini luluh lantak dibombardir oleh tentara zionis Israel.
Sekolah yg bakal dikhususkan bagi anak-anak spesial ini direncanakan bakal usai dibangun terhadap penghujung ramadhan kelak. InsyaAllah luasan sekolah se gede 350 m bisa menampung jumlahnya 140 orang anak-anak teristimewa yg berkebutuhan husus. Selagi satu th terakhir sejak Ramadhan thn dulu Gaza di bombardir oleh Israel, anak-anak di Gaza terpaksa bersekolah & menuntut ilmu dengan di bawah naungan tenda pengungsian sementara yg cuma mampu melindungi dari panas & hujan secukupnya.
Pembangunan kembali infrastruktur di Gaza benar-benar masihlah berada dalam tahapan awal. Tetapi sedikit sapaan dari Gaza yg mengambil berita gembira berkaitan Sekolah Disabilitas Gaza setidaknya sudah mengambil rasa gemar & haru.
Derita mereka yaitu duka kita, Ramadhan merupakan momentum paling indah buat menyantuni & menyelamatkan air mata duka saudara muslimin di seluruhnya dunia.
Hapus duka mereka ialah ladang pahala bagi kita, InsyaAllah bakal bahagiakan akhirat kita.(CAL)

Jumat Kedua Bulan Ramadhan, Israel Cabut Izin Shalat Jumat di Al Aqsa



israel-cabut-ijin-solat
Tak selamanya ramadhan di belahan bumi manapun di dunia ini membawa cerita dan kisah bahagia. Bagi sebagian akbar muslim di tanah air, setidaknya pantas bersyukur bahwa tanah Indonesia yang amat sangat dibanggakan ini jauh dari teror, konflik, dan permusuhan yang menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan.
tidak serupa bersama kenyataan yang harus diterima oleh ribuan jamaah muslim yang terus setia menjaga tanah leluhur mereka di Gaza, Palestina. sekarang, Ramadhan 1436 H jamaah Palestina konsisten melaksanakan shalat tarawih mereka di tenda-tenda darurat yang didirikan persis di sekitar ruangan reruntuhan masjid. Reruntuhan masjid yang dibom dan dihancurkan oleh pasukan zionis Israel selama 51 hari agresi Israel di Gaza satu tahun dahulu.
Seperti tak pass bersama penderitaan tersebut, satu orang juru bicara COGAT dilansir dari laman Kompas menyatakan bahwa Israel resmi mencabut izin bagi lebih kurang 500 warga Palestina asal Gaza untuk menjalankan ibadah shalat Jumat di Jerussalem. Israel bersama tegas memberikan hukuman larangan ibadah shalat Jumat di Al-Aqsa dengan alasan meningkatnya serangan roket land-to-land dari wilayah Gaza yang ditembakkan ke Israel.
Padahal baru di awal puasa pekan lalu, Israel memberikan kelonggaran garis perbatasan bagi penduduk Palestina di Jalur Gaza maupun Tepi Barat. sekitar 800 orang masyarakat Palestina diberikan untuk beribadah Jumat di Masjid Al-Aqsa.
Bonus pelonggaran garis batas tersebut menurut juru bicara Israel dilakukan bersama syarat kondisi yang terkendali tak dgn ada lagi kekerasan. Tetapi, nyatanya “gencatan senjata” tak bisa terjadi lama setelah satu orang pejalan kaki Israel dibunuh dipinggir Barat dan seorang politikus Israel ditikam di Jerussalem Timur, pekan lalu, dilansir oleh laman Kompas.
Akibat kejadian itu, akhirnya Israel kembali memutus akses ratusan penduduk di Tepi Barat buat menjalankan ibadah ramadhan yang lebih layak di dalam Masjid Al-Aqsa. Kini masyarakat Palestina kembali tertutup dari dunia luar. Menjalankan ibadah taraweh dan shalat jumat di dalam kamp pengungsian yang tak layak.
tak ada yang sanggup menembus barisan ketat penjagaan Israel yang membendung dari beragam penjuru Palestina. Bahkan akibat kejadian itu, masyarakat Palestina yang memiliki prioritas utk terbang dari Bandara Internasional Ben Gurion di Israel pun meraih larangan terbang sampai batas dikala yang belum ditentukan.
Kisah pilu Ramadhan yang menghantui warga Palestina seakan ga ada habisnya. Tetap teringat dalam ingatan secara apa Ramadhan 1435 H tahun lalu, Israel dan kelompok Hamas di Gaza terlibat perang selagi hampir dua bulan penuh. Perang yang melontarkan egoisme dan permusuhan abadi. Korban tewas di Palestina berjumlah kurang lebih 2.200 jiwa, sebagian akbar yaitu masyarakat sipil. Sedangkan korban tewas di Israel 73 jiwa, mayoritas yakni tentara yang mati akibat baku hantam dengan Hamas.
Derita mereka ialah duka kita, Ramadhan ialah momentum terindah utk menyantuni dan menyelamatkan air mata duka saudara muslimin di seluruhnya dunia.
Hapus duka mereka adalah ladang pahala bagi kita, bagaimanapun bisnis yang bisa kita laksanakan utk Palestina terus harus diperjuangkan. InsyaAllah mampu bahagiakan akhirat kita.(CAL)

Kamis, 25 Juni 2015

Kesedihan Berlanjut: Jamaah Muslim Gaza Shalat Tarawih di Tenda Pengungsian

tarawih-muslim-gaza

Tidak selamanya ramadhan di belahan bumi manapun di dunia ini mengambil narasi & kisah bahagia. Bagi sebahagian agung muslim di tanah air, setidaknya layak bersyukur bahwa tanah Indonesia yg amat sangat dibanggakan ini jauh dari teror, konflik, & permusuhan yg menyebabkan krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Tidak Sama dgn kenyataan yg mesti di terima oleh ribuan jamaah muslim yg masihlah setia menjaga tanah leluhur mereka di Gaza, Palestina. Sekarang Ini, Ramadhan 1436 H jamaah Palestina tetap melakukan shalat tarawih mereka di tenda-tenda darurat yg didirikan persis di kurang lebih lokasi reruntuhan masjid. Reruntuhan masjid yg dibom & dihancurkan oleh pasukan zionis Israel tatkala 51 hri agresi Israel di Gaza satu thn dulu.

Seperti yg dilansir oleh page MEMO terhadap satu minggu silam, Departemen Wakaf & Urusan Agama Palestina berinisiatif buat mendirikan tenda-tenda darurat tersebut sbg pengganti masjid yg semua hancur sesudah digempur Israel. sampai sekarang, reruntuhan masjid tetap belum sukses dibangun kembali mengingat tentara Israel masihlah tetap menerus mengepung Kota Gaza & memantau bak mata elang tiap-tiap gerak-gerik warga Gaza.

Di segi lain, mantan Pertama Menteri Palestina & Wakil Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dilaporkan memimpin segera shalat tawarih yg membakar semangat para pengungsi Palestina di kamp pengungsian di Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza. Ismail bersama menggebu-gebu memantik hati tiap-tiap pengungsi Palestina buat memetik kemenangan dari Allah. Dirinya berujar terhadap jamaah bahwa perang bersama Israel di waktu Ramadhan thn dulu merupakan cobaan, sekarang ini di ramadhan thn ini Beliau & masyarakat Palestina bakal menuai akhirnya.

Ramadhan th ini yakni momentum peringatan satu th sesudah gempuran dahsyat tentara Israel ke Gaza sesuai setahun dulu. Saat itu, setahun dulu. Israel membombardir tiap segi Kota Gaza dgn serangan membabi buta. Menewaskan ribuan jiwa muslim Palestina yg tidak bersalah & sedang menjalankan ibadah puasa.

Usai serangan biadab tersebut, Israel serta dikecam oleh tidak sedikit pihak lantaran diprediksi sudah melaksanakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia kelas berat.

Tertulis 67 masjid rusak terhadap sebahagian agung sisinya, & lebih kurang 150 masjid yang lain di Gaza rata dgn tanah. Sampai satu th sesudah kejadian penyerangan bar-bar itu, pembangunan infrastruktur di Kota Gaza masihlah bagaikan cita-cita. Akibatnya ribuan muslim Palestina terpaksa mesti menjalankan kebiasaan ibadah ramadhan dgn beratap tenda pengungsian & makanan minuman seadanya.

Derita mereka ialah duka kita, ramadhan th ini yaitu momentum paling indah utk menyantuni & menyelamatkan saudara muslimin yg membutuhkan di semua penjuru dunia.

Sedekah kita menghapus duka mereka. InsyaAllah nanti dapat bahagiakan akhirat kita.

(CAL)
SUMBER Sumber

Duka Ramadhan di Garis Depan Palestina

Duka-palestina-di-ramadhan

Tanah Palestina, satu buah negara penuh kisah historis berkaitan berjayanya Islam ribuan thn dulu. Waktu Ini, Palestina tidak ubahnya medan “latihan” perang. Jadi ajang pertempuran ga ada batas tiap-tiap harinya oleh tentara Israel yg haus dapat pertempuran. Korbannya? Siapa lagi jikalau bukan warga pinggir batas Palestina yg tidak bersalah. Mereka menjaga garis terpenting yg membatasi Palestina & Israel utk membebaskan Masjidil Aqsha yg sudah terlepas dari umat Islam sejak Desember 1917 silam.
Di tiga garis batas Palestina : Jalur Gaza, Kota Al-Quds & West Point atau Pinggir Barat, jutaan keluarga muslim Palestina lakukan ibadah ramadhan 1436 H dgn kehidupan yg jauh dari pantas, tetapi ancaman kesengsaraan akibat kekejaman tentara zionis Israel tidak menyurutkan niat & tekad meraka buat masih berkukuh.
Telah nyaris menjelang 9 th Jalur Gaza dikepung, dipantau 24 jam penuh dgn senjata kelas berat dari tentara Israel. Kehidupan ekonomi masyarakatnya diembargo. Seputar 1.8 juta jiwa penduduknya dikurung & diawasi tiap-tiap gerak geriknya dalam penjara raksasa berbentuk Kota mati Gaza, 365 km persegi luasnya.
Seluruhnya penjuru mata angin Kota Gaza sudah ditanam tembok tinggi yg membatasi tegas kehidupan penduduk di dalam tembok & warga diluar tembok. Di sebelah Utara Gaza ada tembok setinggi 10 m & panjang 4 kilo meter. Sebelah Barat Gaza juga ada batas alam berupa laut Mediterania yg terjaga 24 jam sehari oleh banyak kapal tentara zionis Israel. disebelah Selatan Gaza ada tembok Mesir dgn tinggi 7 m sepanjang 5 kilo meter. & di Timur Gaza ada pagar kawat dua lapis dgn aliran tegangan listrik yg amat sangat mematikan bagi siapapun yg berani melintasinya. Pagar kawat listrik ini membentang sepanjang 50 kilo meter.
Bayangkan, betapa ekstremnya penjara nomor satu agung yg dibentuk oleh zionis Israel utk membendung warga Palestina dari beraneka arah. Imbasnya, sejak Desember th dulu, ada lebih dari 30 ribu orang yg dicegah utk ke luar dari Gaza. Ribuan orang di antaranya yaitu pasien penyakit kronis yg pilih utk ke luar Gaza demi pengobatan, tapi konsisten tiada peluang. Bahkan utk Umroh serta mereka dilarang.
Sekarang masyarakat Palestina di Pinggir Gaza yakni penjaga mutlak buat Masjidil Aqsa yg masihlah kukuh menetap di pinggir batas. Meski penghancuran & perampasan rumah-rumah keluarga muslim Palestina tetap tetap berjalan sampai sekarang. Tetapi mereka masihlah berikhtiar lakukan ibadah ramadhan dalam segala keterbatasan. Mereka masih percaya, pedang Allah yg bakal menang. Kebolehan iman satu orang muslim yg disayang Allah benar-benar dapat masihlah diuji oleh bertubi-tubi cobaan & penindasan. Keadaan itulah yg sekarang sedang berlangsung di Gaza, Kota Al Quds, & Pinggir Barat, Palestina.
Derita mereka yakni duka kita, Ramadhan merupakan momentum paling indah utk menyantuni & menyelamatkan air mata duka saudara muslimin di seluruhnya dunia.
Hapus duka mereka ialah ladang pahala bagi kita, InsyaAllah bakal bahagiakan akhirat kita. (CAL)

SUMBER SUMBER

Selasa, 23 Juni 2015

Palestina Gawat Darurat!

Palestina Gawat Darurat!
 
ACTNews, Palestina - Palestina sedang dalam status gawat darurat. Dihimbau, seluruh umat Islam di dunia mencermati perkembangan di Palestina, dan bersiap membantu Palestina dengan apa saja dan berjihad dengan cara apa pun!
Hingga detik ini, bertambah empat orang Palestina gugur jadi korban kebiadaban Zionis Israel. Sebelumnya, situs InfoPalestina menyebut, sedikitnya 24 warga Palestina gugur.
Sementara itu, aktifis Indonesia untuk Palestina Abdillah Onim melaporkan dari Palestina, hingga saat ini Zionis Israel telah menjatuhkan tak kurang dari 447 roket di atas kota Gaza, 374 serangan udara, menjatuhkan 34 boms marine.
Akibat serangan itu, 111 rumah yang menjadi target 17 rumah rata dengan tanah, 95 alami kerusakan parah, 2 masjid hancur, satu rumah sakit rusak terkena bom, 1 ambulan remuk hingga tak berfungsi lagi, 22 Palestina dipastikan gugur, dan enam diantaranya anak-anak.
Saat ini, warga Palestina yang terluka, kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Pasalnya, seluruh rumah sakit di Gaza kehabisan obat, khususnya obat bius. Mereka juga membutuhkan bantuan makanan.
Sejak kemarin malam, pasukan penjajah Zionis terus melakukan agresi militer terhadap  Jalur Gaza. Pesawat-pesawat tempur Zionis secara intensif melancarkan serangan udara tanpa henti di seluruh penjuru wilayah Jalur Gaza dengan sengit.
Sebaliknya, perlawanan Palestina terutama Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, terus melancarkan serangan roket ke kota-kota Zionis. Untuk pertama kalinya kota Haifa berhasil dihantam roket “R160” dan kota Jesrusalem dengan 4 buah roket M75.
Sementara itu otoritas penjajah Zionis mengakui tujuh buah roket jarak jauh telah jatuh di wilayah tengah entitas Zionis. Di antaranya adalah wilayah Netaniya serta pemukiman-pemukiman Yahudi di Betlehem dan Ramallah. Roket dari Gaza juga sudah menjangkau ibukota Israel Tel Aviv dan Askelon, Ashdood dan Askol.
Brigade Al-Qossam menyatakan tidak akan menghentikan perang, “Kami tidak akan mengangkat bendera putih, tidak akan menyerah. Darah dan nyawa warga Palestina, harus kalian bayar dengan darah dan nyawa!”*
 
Foto: Kota Gaza yang terus dihujani bom Israel, korban-korban tak berdosa, yakni anak-anak, terus berjatuhan (sumber: IST)
Sumber


Senin, 22 Juni 2015

Serangan Ganas Israel atas Palestina, Bangunkan Kemanusiaan

Bulan Ramadhan 1435 Hijriyah ini menggelegar, dan masih berlanjut hingga Syawal. Serangan Israel atas Palestina menjadi pemicu kepedulian global. Fenomena itu terasa pula di tengah kiprah Aksi Cepat Tanggap (ACT), lembaga kemanusiaan global berpusat di Jakarta. Perlu kematangan kelembagaan, menerima mandat kemanusiaan yang melonjak drastis.
 
Tragedi Palestina bukan peristiwa tiba-tiba. Palestina, wajah dehumanisasi global bertahun-tahun lamanya. Mengisahkan satu negeri yang seolah berjuang sendiri (meski hakikatnya mereka bersama Tuhannya) melawan aneksisasi Israel dan sekutunya; bahkan di sela berjuang, Palestina masih peduli nasib rakyat tertindas lainnya - seperti di Somalia, etnik Rohingya di Myanmar atau muslim di Afrika Tengah. Jelang kemerdekaan RI, ada kisah seorang syekh Palestina menitipkan semua tabungannya di Bank Arab, melalui pelajar pejuang kemerdekaan Indonesia di Timur Tengah, untuk menyokong upaya-upaya kemerdekaan Indonesia. Kita sudah lama merdeka, sejak 1945, tapi Palestina malah terus dijajah dan terus diperangi – seolah hingga habis!
 
Seutuhnya, negeri dan tanah air mereka Palestina; kebangsaan mereka pun Palestina, menoreh sejarah panjang aneksasi Yahudi, komunitas tak bertanah air yang mendeklarasikan negara Israel tahun 1948 di tanah yang dihuni bangsa Palestina. Konspirasi dunia lewat perundingan demi perundingan pasca perang demi perang, memperkecil wilayah Palestina sampai hanya tersisa jalur Gaza. Dunia Islam pun seolah tak memberi kemajuan berarti dalam mewujudkan Palestina Berdaulat. Meski serangan di Ramadhan 1435 Hijriyah hingga Syawal ini menewaskan lebih 1600 jiwa, semangat mempertahankan Palestina tak pernah padam. 
 
Mesir, tetangga terdekat Palestina, kondang sebagai penghambat serius aliran bantuan kemanusiaan untuk Gaza-Palestina. Lingkar negeri terdekat Palestina pun tak menampakkan wujud pembelaan konkret saat rakyat Palestina di Gaza dihabisi bahkan dalam serangan tak imbang berkekuatan senjata modern, dihadapi pertahanan sipil Palestina. Begitu banyak pihak berkuasa di sekitar Palestina, mendiamkan pemusnahan bangsa Palestina. 
 
Di sisi lain, rakyat di banyak negara peduli Palestina dan mengutuk Israel. Dukungan kemanusiaan  deras mengalir dari negeri-negeri yang jauh dari Palestina. Dari Indonesia, gemuruh suara dan simpati menyeruak, nyaris di semua provinsi kepedulian itu berkumandang. Kegairahannya dari Ramadhan hingga Syawal ini masih saja bersahutan, seiring bombardemen Israel yang terus menerus menambah angka korban jiwa terutama warga Palestina. 
 
Sampai dua pekan setelah Ramadhan berdarah di Palestina, tak kurang dari 30 ribu donor perorangan menitipkan bantuan untuk Palestina melalui ACT, tak kurang 200 komunitas (jamaah masjid, sivitas akademika sekolah dan kampus, paguyuban ini itu, ikatan karyawan, persekutuan warga, perusahaan kecil-menengah bahkan komunitas tukang sablon kaos), berdonasi untuk Palestina. Kegairahan itu masih berlanjut. 
 
Palestina punya daya ungkit kemanusiaan amat hebat. Ketakberimbangan serangan (bukan perang), kegigihan rakyat Palestina bertahan di Tanah Air, dan momentum Ramadhan, melejitkan kepedulian. “Ini menakutkan. Besarnya amanah masyarakat terhadap Palestina melalui ACT,  capaiannya luar biasa, belum pernah kita capai sepanjang sembilan tahun ACT berdiir,” ungkap Ahyudin, Presiden ACT. Mengapa menakutkan? 
 
Ahyudin menjelaskan, berbagai level ekonomi, sudah rela menyumbang untuk Palestina. Yang baru beli sepeda, merelakan sepedanya disumbangkan karena tak punya dana cash lagi. Dia berikan sepedanya untuk siapa saja yang bisa menunjukkan bukti sudah nyumbang untuk Palestina senilai Rp sejuta. Tak lama kemudian sejak diumumkan di facebook-nya, sepeda itu sudah pintah tangan ke orang yang sudah nyumbang Palestina. 
 
Ada lagi, anak-anak SD merelakan tabungannya, semua untuk Palestina. Tukang sablon di Pisangan, Ciputat (kabupaten Tangerang), nyablon kaos Palestina dalam dua hari laku 600 potong, semua ongkos sablonnya tidak diambil, disumbang untuk Palestina. “Jumlahnya signifikan untuk orang kecil seperti mereka, 26 jutaan rupiah, dan mereka terus menggalang dukungan lewat kaos sablonannya,” ujar Ahyudin. 
 
Kata Ahyudin, ketika semua mengamanahkan kepercayaan lewat ACT, sanggupkah pegiat kemanusiaan di ACT,”Tetap tawadhu’,  unjuk kinerja terbaiknya untuk Palestina, bahkan sama seriusnya dengan rakyat palestina di gaza yang sewaktu-waktu kehilangan nyawanya. Kami juga layak merasa takut menjadi munafik terimbas liburan Lebaran. Bagaimana bisa kita leha-leha, sementara saudara-saudara kita di Gaza sedetik pun tak lepas dari ancaman Israel.” 
 
Donasi masyarakat untuk Palestina melalui ACT, tersalur dalam tiga fase: darurat, pemulihan sosial dan fisik. “Emosi masyarakat membantu Palestina, harus bisa membuahkan dukungan jangka panjang. Hasil penggalangan donasi dalam masa-masa emosionakl seperti sekarang,m harys bisa memberi maslahat jauh ke depan, tidak habis sesaat di fase darurat saja,”ungkap Ahyudin. 
 
Maka, ACT belajar dari pengalaman di ranah krisis kemanusiaan global menetapkan, pada tahap awal, tak ada yang lebih diperlukan dan itu masih sangat langka, kecuali pangan. Kebutuhan pokok terutama gandum, harus dibantu serius. Karena itu ACT sudah mengirim 50 ton gandum, 5.2 ton daging dalam Ramadhan lalu. “Kami segera kirim lagi 100 ton gandum, berapapun harganya, karena rakyat Palestina di Gaza perlu bantuan pangan,” ungkap Ahyudin.  
 
Manajemen bantuan, perlu bijak, agar masyarakat Palestina  memperoleh dukungan langsung penopang keberlangsuhan kehidupan di Gaza. Anda peduli? Salurkan dana simpati anda melalui Rekening SOS Palestine: BSM 101 000 5557 | BRI 092 401 000018 304 | Muamalat 304 0031 870 | Mandiri 128000 4593338 | BNI 014 076 5481 | BCA 676 030 0860. An. Aksi Cepat Tanggap.


Foto: Kehancuran permukiman di Gaza, membangunkan kepedulian global. (Dok. ACT)
 
http://act.id
 

Depkes Palestina, "Atas Nama Kemanusiaan, Hentikan Pembantaian Warga Tak Berdosa di Gaza!"

Depkes Palestina,
 
ACTNews, GAZA – Menyusul serangan brutal dan mematikan Zionis Israel terhadap rumah keluarga Al-Bakri di kamp pengungsi Al-Shaati di bagian barat Kota Gaza, Kementerian Kesehatan Palestina mendesak Zionis Israel berhenti membantai warga sipil tak berdosa.
 
“ Atas nama kemanusiaan, hentikan pembantaian warga tak berdosa di Gaza,” seru Kementerian Kesehatan Palestina dalam rilis resminya, seperti dilansir situs imemc.org, Selasa (5/8/2014).
 
Serangan yang terjadi lagi Minggu (3/8/2014) itu menewaskan seorang anak berusia delapan tahun dan melukai 30 orang lainnya, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak. Serangan itu juga dilakukan di tengah pembantaian yang dilakukan Zionis Israel di Rafah, yang menyebabkan 170 warga Gaza meninggal dunia.
 
Serangan itu dilakukan beberapa menit sebelum Zionis Israel menyatakan secara sepihak gencatan senjata. Serangan brutal itu juga dinilai sengaja mentargetkan warga sipil yang tak berdosa. Depkes Palestina menilai apa yang dilakukan Zionis Israel adalah bentuk pelanggaran sangat serius terhadap berbagai kesepakatan damai yang telah dibentuk selama ini.

 Foto: Petugas medis evakuasi seorang anak korban serangan Zionis di Camp Pengungsian di Shaati, Gaza (imemc.org)
---------------------------
Mari wujudkan kepedulian untuk saudara-saudara kita di Dunia Islam, salurkan donasi melalui rekening SOLIDARITAS DUNIA ISLAM :
 
http://act.id



Rabu, 17 Juni 2015

Warga Gaza: Kami Yakin Allah Akan Berikan Kemerdekaan untuk Palestina

Warga Gaza: Kami Yakin Allah Akan Berikan Kemerdekaan untuk Palestina
 
ACTNews,TANGERANG – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kamis, (16/10/2014) menggelar presentasi terkini kondisi Gaza dan Recovery Gaza dari Tim SOS for Palestine ACT. Hadir Muhammed I Al-masry, General Manager Al-Rahma Charity Asociation yaitu NGO kemanusian Gaza, di Masjid Daarul Ihsan, Telkomsel, BSD Tangerang.

Syekh Muhammed I Al-Masry, mengungkapkan bahwa kedatangannya dari Gaza-Palestina ke Indonesia ini adalah untuk mengabarkan kondisi kaum muslimin di Gaza, tentang kondisi saudara-saudara muslim di Gaza, tentang kondisi masjid Al-Aqsa dan mengingatkan kepada warga muslim Indonesia bahwa warga muslim Indonesia punya kewajiban menolong saudaranya di sana. Karena warga Gaza, Palestina, percaya kepada warga muslim Indonesia yang terus membantu kaum muslimin di Gaza.

“Kondisi Kota Gaza, walaupun dalam kondisi peperangan dan pengepungan selama beberapa tahun ini, namun alhamdulillah warga kota Gaza mereka tetap teguh, sabar, tabah dan tetap berharap kepada Allah untuk diberikan kemenangan dan kemerdekaan,”tuturnya.

Yoyo Ashadi dari Telkomsel yang juga pengurus Masjid Daarul Ihsan menuturkan Sharing Season ini sangat berguna bagi jamaah, karena jamaah tidak tahu keadaan terkini disana. “Alhamdulillah ada orang Gaza, yang langsung memaparkan kabar terkini dan alhamdulillah dalam sesi ini juga kita diberitahu oleh tim ACT, tentang implementasi donasi dari jamaah ke Gaza.”  

Jamaah masjid Daarul Ihsan, Telkomsel, BSD Tangerang, sejak awal terjadi agresi militer oleh tentara Zionis Israel, telah sangat konsen menggalang kepedulian untuk Gaza bersama ACT. Program untuk Gaza terakhir bersinergi dengan ACT adalah Idul Adha kemarin, sebagian besar jama’ah berqurban untuk warga Gaza. (mhjr)


http://act.id

Gaza Berduka, Menkes Palestina Wafat

Gaza Berduka, Menkes Palestina Wafat
 
ACTNews, GAZA - Menteri Kesehatan Palestina dr. Mufed Al-Mukhalalaty biasa disapa Abu Ahmad berpulang ke Rahmatullah tadi pagi bada shalat fajr, Senin 23 Juni 2014 (tempo hari saat Indonesia) di kediaman Almarhum.
Almarhum meninggal sebab serangan jantung. Kabar yg di peroleh memang lah diawal mulanya dia pernah menjalani operasi & pengangkatan jantung. Ia meninggal kepada umur Umur 56 thn. Jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Palestina yg terletak di Gaza City & disemayamkan di pemakaman syuhada Gaza City.
Relawan Indonesia di Gaza, Abdillah Onim melaporkan, ribuan masyarakat Gaza yg hadir buat menshalatkan almarhum & seluruhnya petinggi teras Palestina khususnya para dokter dari semua rumah sakit yg menyebar di Gaza berbondong-bondong mengantarkan serta-merta ke pemakaman syuhada.
“Sebelum dishalatkan, mantan Pertama Menteri Palestina Ismail Haniyah Abdul Salam, memberikan ceramah terkait duka yg mendalam tersebut, PM serta menceritakan macam mana kegigihan almarhum dalam memperjuangkan nasib kesehatan rakyat Gaza Palestina, “ujar Abdillah Onim yg ikut hadir menyalatkan jenazah & ikut mengantar jenazah almarhum ke pemakaman.
Dalam sambutannya, Ismail Haniyah memaparkan, Alhamrhum sudah berjasa memperjuangkan supaya sektor ilmu kedokteran & kesehatan bakal direalisasikan di universitas-universitas di Gaza & yg mula-mula kali direalisasikan sarjana kedokteran yaitu di Kampus Islam Gaza, Kampus mutu paling baik ke-4 di seluruhnya Jazirah Ara.
“Almarhum pun yg ajukan proposal serentak ke PM Turki Thayyib Erdogan utk pertolongan Rumah Sakit Turki, donasi segera dari pemerintah Turki yg terletak di Gaza Tengah. diluar itu Almarhum pula terlibat serta-merta jadi dosen bagian Ilmu kedokteran di Kampus Islam Gaza,” papar Ismail Haniyah.
Terhadap 2011, dia dipercayakan, diamanahkan menjabat yang merupakan Mentri Kesehatan Palestina di Gaza, menukar Bassim Naim.
“Dua hri sebelum meninggal, ia berangkat ke salah satu pasar utk menyerahkan bantua senilai 3.000 USD (Rp35 juta), dana pribadi dirinya niatkan utk disumbangkan pada anak yatim & fakir miskin dalam wujud bahan makanan, & bakal dibagika terhadap bln Ramadhan kelak, “ kenang Abdillah Onim.
Ia sempat juga mengatakan rasa syukur & trimakasih atas kecintaan rakyat Indonesia yg sudah tidak sedikit meringankan rakyat Gaza khususnya baik di sektor keehatan ataupun pertolongan yang lain.
“Indonesia merupakan negeri Muslim paling besar didunia, posisi Indonesia amat berperan utama dalam membebaskan tanah Palestina dari jajahan Israel pun bersama-sama utk membebaskan Masjid Al Aqsa kiblat perdana umat Islam. Terima kasih rakyat Indonesia, “ ujarnya. Selamat jalan wahai Mujahid.(dyt/onim)

http://act.id

Minggu, 14 Juni 2015

Hujan Tangis dan Takbir Lepas Tim SOS GAZA-Palestina


ACTNews, JAKARTA -- "Kita yang tak tergetar, terlebih tak peduli derita rakyat Palestina, istighfarlah. Palestina adalah barometer bangkit atau lemahnya umat Islam," ungkap Ahyudin, Presiden ACT, dalam orasi pelepasan dan doa Action Team for Palestine, tim kemanusiaan ACT yang dipimpin Andhika Purbo Swasono, di Masjid Agung Istiqlal, bada Jumat, 12 Juli 2014.

Setelah doa dipanjatkan, jamaah tertib menyalami, isak tangis dan doa-doa terucap. "Sampaikan salam kami untuk saudara-saudara kita di Palestina. Kami belum bisa bantu apa-apa. Allah pasti membalasnya," ungkap seorang lelaki paro baya sembari terisak.
 Tak kurang sepuluh menitan jamaah menyalami pegiat kemanusiaan ACT yang bertekad membantu Palestina, didampingi. Ketua DKM Istiqlal H. Mubarok, Ketua MUI Divisi KH Muhyiddin Djunaidi MA, Imam jumat Istiqlal hari itu HA Rofiuddin Mahfudz, M.Ag.
 ----------------------------
Mari wujudkan kepedulian untuk saudara-saudara kita di Dunia Islam, salurkan donasi melalui rekening SOLIDARITAS DUNIA ISLAM :

Sumber

Jumat, 12 Juni 2015

Pro Palestina, Ronaldo Tolak Tukar Kaus dengan Pesepakbola Israel

Pro Palestina, Ronaldo Tolak Tukar Kaus dengan Pesepakbola Israel

ACTNews, Tel Aviv – Pesohor sepakbola dunia asal Portugal Cristiano Ronaldo, boleh berperforma sangar di lapangan rumput saat “membantai” lawan mainnya. Namun di dunia nyata, pesepakbola berinisial CR7 itu tak bisa menerima pembantaian nyata dan brutal dari Zionis Israel terhadap warga tak berdosa di Jalur Gaza, Palestina. 

Itulah sebabnya, saat bertanding kualifikasi Piala Dunia di Tel Aviv, Israel, 2013 silam Ronaldo menolak bertukar kaos dengan pemain sepakbola Israel. Keberanian CR7 menolak bertukar jersey dengan lawan, di kandang lawan, sebuah keberanian luar biasa. 

Berikut video aksi penolakan Ronaldo ketika bertukar kaos dengan pemain Israel:
 
Menurut laporan IbTimes, ada seorang pemain Israel mendekatinya usai pertandingan dan meminta untuk bertukar kaus. Namun, Ronaldo terlihat cuek dan tidak melayani pemain Israel tersebut.  

Memang selama ini, bintang Real Madrid itu terkenal sebagai sosok yang sangat mendukung kemerdekaan Palestina. Pemain yang akrab disapa CR7 ini bahkan sempat menjual sepatu emas kebanggaan miliknya semata-mata untuk membantu rakyat Palestina. 
 
Foto: CR7 saat ikut acara Pro Kemerdekaan Palestina (IST)

Warga Gaza Keluar Rumah, Jadi Sasaran Empuk Roket Serdadu Zionis

Warga Gaza Keluar Rumah, Jadi Sasaran Empuk Roket Serdadu Zionis


ACTNews,GAZA – Israel serang sejumlah kawasan di Gaza, antara lain menghantam wilayah Khan Younis, Rabu (30/7/2014) kemarin. Gempuran militer yang dilancarkan selama 1 jam jelang diberlakukannya gencatan senjata pada Rabu sore itu mengenai sejumlah rumah warga.

Kepanikan warga Palestina tak terhindarkan begitu roket-roket yang ditembakkan Israel menghantam rumah mereka yang disusul kepulan asap tebal. 

Serangan Israel ini sedikitnya merenggut 6 warga Palestina. Serangan tersebut juga melukai sedikitnya 150 warga lainnya. Banyak dari korban itu adalah anak-anak. 

Warga menuturkan serangan militer Israel kemarin terjadi  saat warga menduga gencatan senjata sudah diberlakukan, sehingga banyak warga yang meninggalkan rumah mereka. 

Gencatan senjata memang diumumkan militer Israel, namun gencatan senjata itu ditolak Hamas karena Israel menolak syarat yang diajukan Hamas untuk menarik pasukannya.

Hamas berdalih keselamatan warga Palestina yang hendak berobat tidak akan terjamin selama Israel masih menggelar pasukannya melanjutkan invasi ke tanah Palestina.(mhjr/dbs)

Sumber foto: webssearches.com

 

 

Ceasefire Diperpanjang 24 Jam, Relawan Dunia Tunggu Masuk Gaza


ACTNews, MESIR – Seorang pejabat senior Palestina menyatakan gencatan senjata antara Zionis Israel dengan Palestina diperpanjang selama 24 jam. “Diharapkan gencatan senjata ini makin memberi peluang kemudahan bagi para relawan kemanusiaan dari seluruh dunia menunaikan amanahnya menyalurkan bantuan ke warga Gaza,” ujar Direktur Global Philantropy Media (GPM) Iqbal Setyarso, kepada ACTNews, Selasa (19/8/2014).
Sebelumnya, gencatan senjata telah berlangsung 5 hari dan berakhir tengah malam waktu setempat. 

Perundingan-perundingan berpusat pada usulan Mesir untuk memenuhi beberapa tuntutan Palestina, seperti meringankan blokade Gaza, tetapi menunda batu sandungan perundingan lainnya.

Sumber-sumber Palestina di Kairo mengatakan kepada Ma"an News Agency, sebelum Senin (18/8/2014) bahwa perjanjian gencatan senjata yang telah selesai setelah 15 hari negosiasi, dan bahwa konsultan hukum masing-masing pihak sedang menyiapkan dokumen. Dikabarkan, tidak ada perbedaan pendapat besar di antara faksi-faksi Palestina, menurut sumber-sumber tersebut.
Kantor berita resmi Mesir MENA mengutip satu "pernyataan pejabat Mesir" yang menegaskan perpanjangan gencatan senjata itu.

Hamas telah berulang kali memperingatkan, pihaknya tidak akan memperpanjang gencatan senjata, menekan untuk segera mendapatkan apa yang akan memungkinkan untuk mengklaim konsesi dari Israel setelah perang empat pekan yang menghancurkan sejak Juli dan Agustus.

"Perundingan-perundingan telah menghadapi kesulitan karena pihak pendudukan sangat keras kepala, dan perpanjangan 24 jam datang sebagai hasil dari permintaan mediator agar memiliki kesempatan lain," tulis pejabat senior Hamas Ezzat al-Rishq di Twitter.

Lebih dari 2.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 10.000 terluka, karena serangan Israel di wilayah tersebut dimulai pada 8 Juli. Selain korban manusia, serangan Israel juga telah menyebabkan kerusakan masif inftrastruktur Kota Gaza.
 
Foto: imemc

NGO Kemanusiaan Sepakat Satu Suara untuk Palestina


ACTNews, JAKARTA – Pengalaman terkait pengiriman bantuan armada ambulans untuk warga Gaza Palestina melalui Mesir, memotivasi sejumlah lembaga kemanusiaan lebih solid dalam menjalankan misi kemanusiaan ke Palestina.

Hal itu dikemukakan Manajer Global Partnership Network (GPN) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Rudy Purnomo usai mengikuti pertemuan antar non-governmental organization (NGO) di markas Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) di Condet, Jakarta Timur, Rabu pagi (25/2).

“Bagaimana pun, misi masuk ke Palestina  sebaiknya satu payung, satu suara dan satu surat untuk pengajuan ke KBRI, dan bekerjasama dengan Menkes dan Menhan. Setiap ada misi ke Palestina, yang paling pas adalah mengusung satu bendera, yakni bendera merah putih. Pendeknya, kita harus atas namakan bangsa Indonesia untuk misi-misi ke Palestina,” tandas Rudy.

Hadir dalam pertemuan tersebut Raffi Grup (RG), Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), PKPU, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pertemuan atas undangan PKPU tersebut untuk menemukan titik sinergi antarlembaga karena selama ini diakui atau tidak, lembaga-lembaga kemanusiaan dalam jalankan misi masih cenderung kurang terkoordinasi dengan baik.

“Rencana dua pekan ke depan kami akan mematangkan soal ini. Mungkin perlu dibicarakan juga program bersama untuk Palestina, yang berskala besar dan jangka panjang,” pungkas Rudy. Pertemuan selanjutnya juga menyepakati untuk mengundang kembali KNRP, ACT, PKPU, BSMI Jakarta, BSMI Pusat, DD, RZ, Spirit Of Al Aqsha, sahabat Al Aqsha, ASPAC, Adara,  DDII, YDSF, Al Azhar, P3A Darul Quran,  DT, BMH, RG. (ajm)

Kamis, 11 Juni 2015

Empat Pria dari Gaza yang Istimewa


ACTNews, JAKARTA � Markas Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Gedung Menara 165, Jakarta Selatan kembali kedatangan tamu istimewa. Mereka empat laki-laki dari Gaza. Satu pria dewasa berusia 24 tahun, Mohammed Qaddaora, dan tiga pria usia remaja, Omar (14), Husein (14), & Salim (13).

Pengunjung yang datang atas Kamis siang (30/10/2014) terbilang terasa istimewa sebab empat lelaki terbilang merupakan anak-anak Gaza yang menyandang predikat hafidzul quran (penghapal al-Qur�an).

Mereka sendiri berinisiatif bakal bertamu sebab mereka tahu kiprah ACT di Gaza.  Kepada staf ACT yang menerima kedatangan mereka, dipimpin Yusnirsyah Sirin, Mohammed menyampaikan salam bagi bangsa Indonesia yang telah banyak membantu warga Gaza, Palestina, selagi ini & tak putus-putusnya.

�Bagi kami Indonesia yaitu saudara kami, karena di tengah penderitaan yang kami alami justru Saudara-saudara di Indonesia lah yang selalu ada buat kami. Kami benar-tepat bisa merasakan bahwa kami memiliki saudara di negri kita,� ujarnya.

Kian jauh, Mohammed memaparkan situasi Gaza disaat ini yang remuk redam. Pola pendidikan menjabat semrawut dan tidak terprogram gara-gara bangunan sekolahnya sendiri pun sebagian besar sudah menjabat tempat pengungsian warga.

�Sedikitnya 3600 bangunan hunian hancur total, rumah sakit dan klinik yang terpaksa beroperasi meskipun banyak bagian rusak, masyarakat sama sekali tidak punya uang bahkan para buruh serta karyawan sudah hampir tahun tidak mendapatkan upah. Meskipun para Ibu & balita masih kekurangan bahan makanan khusus, melainkan sekali lagi kami bersyukur, bantuan Saudara-saudara kami, tergolong dari Indonesia, mencukupkan bahan makanan baku kami. Ya, Gaza masih butuh bantuan,� tandasnya.

Yusnirsyah Sirin mengatakan pihaknya mendapat gosip bahwa mereka bakal berangkat ke Gaza lagi tanggal 9 Nopember 2014.  Namun Yus, sapaan akrabnya, mengkhawatirkan mereka tidak bisa masuk Gaza. Pasalnya, pihak Mesir telah menutup akses menuju Gaza bagi siapapun di pintu Rafah, semasa tiga bulan.

Warga Gaza Keluar Rumah, Jadi Sasaran Empuk Roket Serdadu Zionis



ACTNewsGAZA � Israel serang sejumlah kawasan di Gaza, diantaranya menghantam wilayah Khan Younis, Rabu (30/7per2014) kemarin. Gempuran militer yang dilancarkan semasa 1 jam jelang diberlakukannya gencatan senjata atas Rabu sore itu menerapkan sejumlah rumah warga.

Kepanikan warga Palestina tak terhindarkan oleh sebab itu roket-roket yang ditembakkan Israel menghantam rumah mereka yang disusul kepulan asap kandel.

Serangan Israel ini sedikitnya merenggut 6 warga Palestina. Serangan terbilang pun melukai sedikitnya 150 warga lainnya. Marak dari korban itu yakni anak-anak.

Warga menuturkan serangan militer Israel kemarin terjadi  dikala warga menduga gencatan senjata sudah diberlakukan, sehingga marak warga yang meninggalkan rumah mereka.

Gencatan senjata memang diumumkan militer Israel, namun gencatan senjata itu ditolak Hamas sebab Israel menolak syarat yang diajukan Hamas demi menarik pasukannya.

Hamas berdalih keselamatan warga Palestina yang hendak berobat enggak bakal terjamin selama Israel masih menggelar pasukannya melanjutkan invasi ke tanah Palestina.(mhjr/dbs)

Sumber potret: webssearches.Com

Senin, 08 Juni 2015

Rakyat Gaza Alami Krisis Disemua Lini

ACTNews.GAZA. � Rabu(18/3), Krisis kemanusiaan dan krisis bantuan kemanusiaan, hingga kini masih dirasakan oleh warga Jalur Gaza - Palestina.

Makin dari 1,7 juta jiwa warga Jalur Gaza yang aktif di wilayah dengan panjang 47km & lebar 11km, lebih dari 50 persen dari mereka merupakan pengangguran.

Bermula dari tentara zionis Israel angkat kaki dari wilayah Jalur Gaza pada tahun 2006. Atas ketika itu, Pemerintah Israel memberlakukan zona merah serta menancapkan garis penambah derita nestapa bagi rakyat Palestina. Malahan beberapa pemicu kematian bagi rakyat Jalur Gaza adalah blokade yang dilakukan tentara Israel.

Dengan diberlakukannya blokade tentara Israel terhadap wilayah bercorak kerucut memanjang, yang terletak di serpihan Timur Barat Palestina ini, mempersempit aktivitas masyarakat. Akibatnya perekmonomian menciptakan lumpuh. Hal itu membuat penyebab utama terjadi penggangguran. Terowongan ataupun jalur bawah tanah yang membuat urat nadi tidak berfaedah sebab dihancurkan tentara Israel.

Terpaksa masyarakat Jalur Gaza harus gigit jari menerima nasib mereka, yang sudah tentu menjalani hidup tanpa listrik, gara-gara listrik dipasok oleh zionis Israel dan pihak Mesir, sekarang sudah distop (hentikan) pasokan listriknya.

Penderitaan terbilang semakin berkembang biak dengan langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM). Kelangkaan BBM, menyebabkan para sopir harus menjabat pengangguran.

Para pegawai sipil sekedar menerima gaji 1 kali dalem 4 Bulan, itupun sekedar dicairkan separuh gaji.

Operasi penangkapan terhadap rakyat Palestina serta pembunuhan pun masih berkala dilakukan oleh militer Israel. Zona-zona anggota PBB menyadari hal itu akan kejahatan zionis Israel, bakalan melainkan diam serta tidak bisa berbuat apa-apa.

Para muslimah Palestina khususnya yang barada di Jalur Gaza, sudah tentu menyaksikan suaminya tewas di medan pertempuran, pada saat berhadapan dengan tentara Israel, alias tewas diterpa reruntuhan rumah mereka dampak terkena roket serta bom militer Israel.

Lebih dari 10 ribu janda terkandung di Gaza serta 23 ribu anak yatim yang nyala di wilayah yang masih di blokade militer Israel. Awalnya para janda dan anak yatim menerima bantuan dari NGO dari beraneka negara melalui pintu Rafah (perbatasan antara Gaza dan Mesir), akan tetapi disaat ini pintu Rafah di tutup dan bantuan kemanusiaan kagak diperbolehkan masuk Gaza.

Dampak dari penutupan pintu Rafah dan penghancuran terowongan, maka para janda & anak yatim serta keluarga fakir sudah pasti menerima resikonya adalah enggak mendapatkan bantuan.

Dari unsur medis serta kesehatan, setelah melakukan koordinasi dengan sisi kementerian kesehatan Palestina di Jalur Gaza. Dapat di simpulkan bahwa rakyat Gaza kagak cuma mengalami krisis dari aspek bahan makanan akan melainkan makin dari itu, mereka jua sudah tentu mengalami krisis pasokan obat-obatan.

Para Pasien dengan terpaksa sudah pasti dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Israel dan Mesir buat menjalani perawatan yang memadai. Enggak sedikit dari para pasien meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.

Abdillaah Onim, yang berapa tahun lalu menikah dengan Muslimah Gaza & sudah di karuniai 1 putri, dua hari lantas melakukan kunjungan ke lebih dari satu lembaga layanan kesehatan non pemerintah.

�Gedungnya sangat besar, bakalan melainkan pasiennya nyaris kagak ada, setelah saya telusuri ternyata kagak ada pasien. Setelah dicek kenapa tak ada pasien, kasus itu bukan disebabkan rakyat Gaza lolos dari penyakit atau kagak sakit, bakalan melainkan para pasien rakyat Gaza yang sakit terpaksa memilih tinggal dirumah sebab kagak memiliki modal bakal berobat,� ungkap Onim.

Padahal menurut Onim di lembaga kebugaran tersebut harga berobat relatif terjangkau sudah di subsidi silang.(AO)

Editor:Muhajir
ACT

ACT BERSIAP JALANKAN PROGRAM RELIEF & RECOVERY DI GAZA

ACT BERSIAP JALANKAN PROGRAM RELIEF & RECOVERY DI GAZA 

MESIR - Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan tim Sympathy of Solidarity (SOS) Palestine, bakal membangun beraneka fasilitas publik di Gaza, Palestina.

Ditemui RRI di Kairo, tim leader SOS Palestine, Yusnirsyah Sirin, mengatakan, ia bersama rekannya Sudayat Kosasih merupakan bagian dari tim relief and recovery. Mereka bakalan melakukan pembangunan fasilitas publik seperti sekolah, rumah hingga shelter permanen bagi korban serangan Israel di Gaza, Palestina.

�Tim recovery kami ini membangun kembali sekolah yang rusak, bahwa mungkin membangunkan rumah. Konsep kami kan selalu di wilayah bencana, total disaster management. Tapi, di sini agak istimewa gara-gara kami menyiapkan shelter permanen dan mengikuti konsep budaya mereka. Bilamana mereka terbiasa tinggal di flat (rumah susun), ya kita bangunkan flat. Kami harus masuk buat menjajaki itu. Benar mengenai perijinan dan penerimaan masyarakat seperti apa,� papar Yusnirsyah Sirin seakan dilansir rri.Co.Id, 22 Agustus 2014.

Lebih lanjut Yusnirsyah Sirin menambahkan pada saat ini pihaknya tengah menunggu ijin yang dikeluarkan oleh Kementerian negara asing Mesir, bagi keduanya demi memasuki wilayah Gaza melalui perbatasan El Rafaah.

Sementara itu, fokus kerja dari tim SOS Palestine ini dipusatkan di kota Jaballiyah yang dinilai mengalami kerusakan fatal dampak serangan Israel sejak awal Juli lantas.

Sedangkan, dari acara SOS Palestine oleh ACT sendiri melibatkan 26 relawan yang ialah serpihan dari tim relief and recovery, healing sampai medis.

Personel tim SOS Palestine, Sudayat Kosasih, mengatakan  kedatangan tim relief and recovery ACT terbilang selain buat membangun fasilitas publik, pun demi melakukan peninjauan lapangan di kawasan Jabaliyah, Gaza, Palestina.

Sehingga, kagak menutup peluang terhadap adanya acara baru jangka panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sana pasca serangan Israel Juli lalu.

�sreg dengan SOP (standar operasional prosedur) KBRI, kita sudah memenuhi persyaratan-persyaratan administratif itu. Kita kenapa sudah tentu masuk sebab berlimpah kasus-kasus yang sudah tentu kita lakukan, untuk need assesment masyarakat Gaza itu apa pada kenyataannya yang dibutuhkan,� terang Sudayat Kosasih.

Sudayat Kosasih yang pula yaitu marketing manajer Global Philantrophy Media ACT mengatakan, tim SOS Palestine bakal berjuang semaksimal mungkin agar dapat memasuki wilayah Gaza dan menyalurkan amanah masyarakat Indonesia terbilang.

Diolah dari laporan situs rri.Co.Id

-------------

Mari wujudkan kepedulian bakal saudara-saudara kita di Dunia Islam, salurkan donasi kamu melalui rekening Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam:

ACT

Minggu, 07 Juni 2015

Dari Masyarakat Ternate untuk Gaza


Dari Masyarakat Ternate untuk Gaza

ACTNews, TERNATE – Kepedulian masyarakat Maluku Utara terhadap nasib rakyat Gaza Palestina yang menderita akibat serangan tentara Zionis Israel, diwujudkan dalam bentuk aksi penggalangan donasi selama delapan hari (11-18/7) lalu, yang dipusatkan di Masjid Raya Al Munawwar Ternate.
Di masjid dua lantai itu, yang luasnya 3.562 m2 dan bisa menampung 9500 jamaah, Jumat pagi (18/7) lalu hingga malam hari masjid ini penuh cahaya yang terang benderang. Tak hanya cahaya listrik, tapi juga cahaya Al-Qur’an dan kegiatan dakwah lainnya dari pengeras suara terdengar lantunan ayat-ayat Al Qur’an yang menerangi hati  bagi yang mendengarnya.

Seperti yang dirasakan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) saat memasuki pelataran masjid terebut, disambut dengan lambaian bendera-bendera merah putih, bendera Palestina dan bendera  ormas pemuda dan mahasiswa serta spanduk-spanduk ajakan berzakat dan peduli Palestina turut menyemarakkan suasana Ramadhan yang penuh berkah.

Persis di depan masjid, tepatnya di pinggir Jalan Al Munawwar No. 1, sebuah spanduk panjang berwarna putih membentang yang berisi ribuan tanda tangan sebagi wujud dukungan terhadap rakyat Palestina yang sedang berduka. Sementara di sebelahnya seorang aktivis KAMMI sedang berorasi mengajak para jamaah masjid maupun pengunjung yang melintas jalan raya untuk peduli terhadap penderitaan yang dialami rakyat Gaza, Palestina. Aksi orasi dilakukan para aktivis pemuda secara bergantian dari KAMMI, BKPRMI, LDK Babussalam, LDK Al Ishlah, Pemuda Anshor dan Himpunan Pemuda Al Khairat (HPA).

“Kami sudah delapan hari melakukan aksi turun ke jalan ini untuk menggalang kepedulian terhadap saudara-saudara kita di Gaza Palestina. KAMMI dan elemen mahasiswa serta pemuda lainnya bersatu untuk Gaza, yang hasilnya nanti akan kami salurkan lewat ACT,” ujar Sidik, koordinator Aksi Solidaritas untuk Gaza Palestina. 

Kolaborasi aksi penggalangan kepedulian untuk Gaza ini dimotori oleh Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Al Munawwar Kota Ternate. Muchsin Saleh Abubakar sebagai motor penggerak kepedulian untuk rakyat Gaza ini sekaligus koordinator aksi, memimpin orasi yang cukup membakar emosi agar dorang mau berbagi dan peduli untuk rakyat Gaza.

“Saudara-saudara, mungkin di sini kita aman dan tenang menjalankan ibadah puasa, tapi di sana saudara-saudara kita di Gaza Palestina dalam kondisi tidak aman, mereka menderita akibat serangan Israel, Karena itu saya mengajak kepada semua untuk peduli dan berbagi, dan mengutuk Perdana Menteri Israel Netanyahu, “ teriak Muchsin dengan lantang.

Aksi penggalangan donasi untuk Gaza yang dikumpulkan dari jamaah Masjid Raya Al Munawwar dan beberapa masjid di Ternate serta dari warga yang melintas di jalan terkumpul sebanyak Rp 150 juta. Donasi tersebut disalurkan melalui ACT. “Semoga ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Gaza dari masyarakat Ternate khususnya dan Maluku Utara umumnya, “ ujar Muchsin. (dyt)
Foto: Massif. Aksi penggalangan donasi untuk Palestina di Ternate berhasil mengumpulkan Rp 150 juta. (dok. ACT, Sudayat Kosasih)
 
-------------------
Mari wujudkan kepedulian untuk saudara-saudara kita di Dunia Islam, salurkan donasi melalui rekening SOLIDARITAS DUNIA ISLAM :
Rekening SOS PALESTINE:
BSM 101 000 5557 
BRI 092 401 000018 304
Muamalat 304 0031 870
Mandiri 128000 4593338 
BNI 014 076 5481 
BCA 676 030 0860

Peggy Melati Sukma: Akhwat Bergerak Bantu Persalinan 1000 Ibu-Ibu Gaza


 Peggy Melati Sukma: Akhwat Bergerak Bantu Persalinan 1000 Ibu-Ibu Gaza

Sampai dengan saat ini gerakan Akhwat Bergerak yang dimotori Peggy Melati Sukma telah mengumpulkan modal kemanusiaan sebesar 300 juta rupiah, yang bakal disalurkan demi biaya persalinan akhwat (ibu-ibu) di Gaza, Palestina.

Kasus tersebut diutarakan Peggy atas even kongres pers Peluncuran acara Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI), yang bertajuk: Lets ACT Indonesia for Palestine, di Auditorium Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (12/8/2014).

�modal ini ialah perolehan penggalangan yang dilakukan di beraneka majelis Akhwat Bergerak dan dari perolehan penjualan prodak-prodak yang dibuat Akhwat Bergerak bagai bros, baju gamis, hijab & produk-produk khusus yang kami bakal termasuk buku saya,� ungkapnya.

Gerakan Akhwat Bergerak diluncurkan atas bulan bulan puasa 1435 Hijriyah lalu, memiliki impian menebarkan serta menginspirasi segenap muslimah Indonesia, bangkit dan berjuang bersama bakal kemanusiaan.

Akhwat Bergerak bercorak majelis yang memiliki agenda serta sudah berjalan disaat ini. Salah satu agenda yang sedang dijalankan merupakan berkeliling ke-20 kota di Indonesia memberikan pencerahan kepada muslimah di Nusantara.

�Selain mengembangkan ilmu, kami jua memiliki acara donasi bakal akhwat Gaza bersinergi dengan ACT ialah melakukan penggalangan donasi bagi persalinan akhwat (perempuanperibu-ibu) Gaza. Target awal kita yakni akan men-cover 1000 ibu-ibu Gaza, per orang bakalan dibantu dana persalinan US$ 200,� tuturnya.

Bagi ibu-ibu di Gaza kehamilan bukan cuma sebuah gemar cita atas kelahiran semata, namun mempunyai motivasi yang kuat demi melahirkan generasi rakyat Palestina dalem menjaga tanah sucinya yang sudah lama terkoyak oleh penjajahan (imperialisme) tentara Zionis Israel.

�Setiap waktu generasi Palestina terus mengalami pembantaian yang begitu menggetirkan, sebab latar belakang itulah acara ini dijalankan,� kata Peggy.

Rencananya Peggy sendiri bakalan pribadi datang ke Gaza mengawal implementasi program ini. � Melalui ACT, aku sudah mengajukan dokumen keberangkatan ke Gaza, moga-moga bisa di-acc, usaha ini lahir dan batin mohon doanya,� pungkas aktris yang sudah berkiprah selama 18 tahun di dunia kemanusiaan, terjun ke tempat bencana dan konflik ini.(Muhajir)



foto: hadir dalem kongres pers peluncuran kampanye Lets ACT Indonesia, yakni bagian dari program SKDI (dok ACT)



-------------

Mari wujudkan kepedulian buat saudara-saudara kita di Dunia Islam, salurkan donasi anda melalui rekening Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam:


Aksi Cepat Tanggap