Rabu, 20 Mei 2015

Wisuda Tunanetra dan Tunarungu Penghafal Qur'an Palestina



PALESTINA - Blokade, agresi, hidup dengan segala keterbatasan, bahkan kebutaan dan keterbatasan pendengaran tak menghalangi pemuda dan warga di Jalur Gaza untuk menghafal Al-Quran dan mempelajarinya. Dengan cahaya dari Allah dalam hati mereka dan tekad baja, mereka mendekap Al-Quran.

Melalui dua program “Perkemahan Menuju Cahaya Angkatan 3” dan “Dengan Al-Quran Kita Mulia Angkatan 2” yang diselenggarakan oleh Daarul Quran wa Sunnah di Gaza dengan pendanaan dari Badan Internasonal untuk Menghafal Al-Quran yang berpusat di Jedah, organisasi Viva Palestina – Malaysia, kisah-kisah “mu’jizat” terukir. Markaz filistini lil i’lam (Pusat Informasi Palestina) yang ikut menyaksikan salah satu acara wisuda itu tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya.

Shaima Abu Musfata, putri Palestina ini tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah menghafal beberapa juz Al-Quds saat ikut program “Menuju Cahaya" ini. “Saya belajar di perkemahan ini membaca Al-Quran, tajwid, menghafal beberapa juz, belajar Sirah Nabawiah dan lain-lainnya. Selain itu, kami belajar berinteraksi dengan sesama penyandang tuna netra sehingga lebih dekat.”

Shaima yang meraih sarjana S1 di bidang pendidikan khusus ini berharap akan mendapatkan keterampilan baru dari perkemahan ini sehingga menjadi manusia produktif dan bermanfaat bagi orang banyak. Ia juga berharap ada program mengasah keterampilan penyandang tuna netra.

“Saya berharap orang seperti saya tidak dimarginalkan. Mereka masih bisa belajar dan bekerja meski tak bisa melihat," tegas Shaima.

Hal yang sama dirasakan oleh pelajar lainnya Haniyah Suhail. Ia senang bisa belajar Kitabullah dan menghafalnya. Ia berharap perkemahan yang istimewa ini memberikan perhatian lebih kepada pelajar tuna netra untuk lebih semangat belajar dan menghafal Al-Quran.

Ketua Dewan Manajeman Daarul Quran wa Sunnah Dr. Abd Rahman Al-Jamal mengungkapkan kebahagiaannya tak terkira karena bisa menghimpun semua unsur masyarakat Palestina dalam program ini. Ia mengatakan, dengan Al-Quran ini, Allah mengangkat derajat orang-orang yang mempelajarinya dan kami memberikan penghargaan atas usaha semua pihak dalam usaha menelurkan penghafalan Al-Quran ini.

Ia memberikan apresiasi kepada Viva Palestina – Malaysia yang memberikan dukungan atas propgram penghafalan Al-Quran di Palestina dan memberikan perhatian lebih kepada kelompok tuna netra, bahkan diberikan mushaf Braile yang khusus untuk tuna netra. Ini sangat membantu dalam membaca dan menghafal Al-Quran.

Dr. Abd Rahman menegaskan, ada kelompok tuna rungu juga belajar dengan bahasa isyarat. Para pelajar sangat bahagia dengan program ini.

Dulu kita hanya punya 18 pelajar putra putri sekarang memiliki 60 pelajar. Mereka belajar Al-Quran, ilmunya dan semua yang terkait dengan Al-Quran, juga ada program rekreasi.

Kami juga berkoordinasi dengan lembaga Penghafal Al-Quran di Saudi dan berusaha menggelar perkemahan Al-Quran dua kali setiap tahun dengan izin Allah. Bahkan dibuka program umrah ke Makkah dan Madinah untuk lebih dekat dengan kota Rasulullah saw. ACTNews,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar