Kamis, 21 Mei 2015

Bencana Mengintai Ketika Jalura Gaza Membeku

Jalur Gaza Membeku, Bencana Mengintai


JALUR GAZA - Infrastruktur dasar di Gaza, sejak invasi Israel pertengahan tahun lalu, kini berada dalam kondisi kritis. Kondisi itu bukan hanya karena akibat bombardir Israel, namun juga keterbatasan material bahan bangunan untuk memperbaikinya akibat blokade Israel di wilayah ini.  Pembangkit listrik, rumah, sekolah-sekolah dan rumah sakit hancur dan tak berfungsi.

Dengan adanya serangan musim dingin dan keadaan serba terbatas itu warga Gaza berada dalam ancaman bencana dan tragedi. Kondisi ini bahkan telah merenggut nyawa, empat diantaranya adalah bayi.

Sejak beberapa pekan terakhir, warga Palestina di Jalur Gaza harus berjuang menghadapi musim dingin akibat serangan Badai Huda di kawasan Timur Tengah. Angin kencang, suhu dingin yang ekstrim dan hujan lebat menyebabkan beberapa kerusakan dan banjir di beberapa bagian wilayah Jalur Gaza, sejak awal Januari 2015.

Alat pemanas ruangan, alas tidur, pakaian hangat dan tentu saja ketersediaan pangan menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan warga Palestina di Gaza yang kini hidup di penampungan-penampungan sementara.

Dengan kecenderungan meningkatnya kondisi dingin sampai beberapa pekan ke depan, warga Gaza di penampungan mau tak mau harus berjuang melawan suhu dingin ekstrim. Ahmed Abu Raida (29) yang tinggal di unit penampungan sementara di Khuza’a mengungkapkan, ia bersama keluarganya  harus berusaha melawan suhu dingin.

“Sangat berat berhadapan dengan kondisi (dingin) ini, apalagi hampir sepanjang waktu kami tak mendapat suplai listrik. Dua anak saya sering jatuh sakit. Mereka mengeluh sakit perut dan alami diare, kadang muntah-muntah. Mereka juga sering pilek. Kami tak punya apa-apa untuk menghadapi musim dingin ini. Satu-satunya yang bisa saya lakukan hanyalah memeluk anak-anak untuk membuat mereka tetap merasa hangat. Kadang saya membuat api di ruangan ini, tapi terlalu berbabahaya, apalagi asapnya tak baik untuk kesehatan,” tutur Ahmed, Jum’at (16/1).
ACTNews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar