JAKARTA –
Kendati sekarang Kota Gaza, Palestina relatif aman dengan adanya
gencatan senjata antara militer Zionis Israel dan pejuang Hamas, tak
berarti semua problem kemanusiaan di sana berakhir.
Akibat
perang, kemiskinan warga Gaza meningkat. Data dari PBB mengungkapkan
bahwa 80% keluarga di Gaza menggantungkan hidupnya dari bantuan
kemanusiaan, dan 39% warganya hidup di bawah garis kemiskinan.“Warga Gaza saat ini sedang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dari warga dunia. Sebab, dengan kehancuran infrastruktur Kota Gaza yang parah, warga justeru sekarang terhimpit oleh ragam krisis yang sangat mengancam kelangsungan hidup mereka,” ujar Vice President ACT, N. Imam Akbari, kepada ACTNews, Jumat (12/9/2014).
Lebih jauh Imam menjelaskan, salah satu krisis yang terjadi adalah krisis pangan yang makin meningkat. Pasalnya, setelah blokade 8 tahun lebih, ditambah serangan masif 51 hari sejak bulan Ramadhan yang lalu, bisa dibayangkan kesulitan warga Gaza mendapatkan makanan.
Imam mengatakan, untuk merespon hal ini, program Global Qurban Tahun 1435 Hijriah, secara khusus memberi perhatian kepada warga Gaza.
“Global Qurban menjadikan Kota Gaza, Palestina sebagai wilayah khusus distribusi daging qurban untuk warganya. Kekhususan ini terkait misalnya tingkat kebutuhan warga Gaza terhadap bantuan kemanusiaan berupa pangan akibat blokade berkepanjangan dan serangan militer Israel, tingkat kesulitan penyaluran daging qurban, dan sebagainya,” kata Imam.
Soal harga hewan qurban untuk Gaza juga bersifat khusus, yakni sapi Gaza dibanderol Rp. 29.750.000 dengan berat minimal 400 kilogram, kambing Gaza Rp 4.000.000 dengan berat minimal 45 kilogram, dan unta Rp. 24.750.000 dengan berat minimal 300 kilogram.
“ Dengan menyalurkan daging qurban Anda untuk warga Gaza, semoga bisa membahagiakan atau setidaknya mengurangi kesedihan warga Gaza akibat ragam kehilangan seperti sanak keluarga yang meninggal dan harta benda akibat serangan militer Zionis Israel,” pungkas Imam.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar