Al Tawheed, mitra implementator ACT dan Akhwat Bergerak untuk
program pembangunan sekolah untuk anak disabilitas di Gaza, melaporkan
dalam surat elektroniknya yang diterima ACT, Jumat (30/4/2015).
Setiap hari kerja (Minggu-Kamis), rata-rata 12 orang pekerja bekerja
tiap hari yang terdiri dari engineer, foreman, gypsum labor,
electrician, plumber, dan labor.
Beberapa hambatan yang dialami adalah karena pemadaman listrik yang
terjadi semakin parah, juga blokade berkepanjangan dari Israel dan
perbatasan yang masih tutup, menyebabkan harga-harga mengalami kenaikan,
sehingga anggarannya menjadi lebih besar dari yang direncanakan di
awal.
Rencana pengerjaan berikutnya adalah mengerjakan bagian-bagian dari
bangunan seperti kamar mandi, sistem saluran air, saluran listrik, dan
proses finishing. Untuk ini, akan dilakukan tender untuk memilih
kontraktor yang menawarkan kualitas pengerjaan baik dengan harga yang
terjangkau anggaran. (ai,ajm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar