ACTNews, MESIR –
Seorang pejabat senior Palestina menyatakan gencatan senjata antara
Zionis Israel dengan Palestina diperpanjang selama 24 jam. “Diharapkan
gencatan senjata ini makin memberi peluang kemudahan bagi para relawan
kemanusiaan dari seluruh dunia menunaikan amanahnya menyalurkan bantuan
ke warga Gaza,” ujar Direktur Global Philantropy Media (GPM) Iqbal
Setyarso, kepada ACTNews, Selasa (19/8/2014).
Sebelumnya, gencatan senjata telah berlangsung 5 hari dan berakhir tengah malam waktu setempat.
Perundingan-perundingan
berpusat pada usulan Mesir untuk memenuhi beberapa tuntutan Palestina,
seperti meringankan blokade Gaza, tetapi menunda batu sandungan
perundingan lainnya.
Sumber-sumber Palestina di Kairo mengatakan kepada Ma"an News Agency, sebelum Senin (18/8/2014) bahwa perjanjian gencatan senjata yang telah selesai setelah 15 hari negosiasi, dan bahwa konsultan hukum masing-masing pihak sedang menyiapkan dokumen. Dikabarkan, tidak ada perbedaan pendapat besar di antara faksi-faksi Palestina, menurut sumber-sumber tersebut.
Kantor berita resmi Mesir MENA mengutip satu "pernyataan pejabat Mesir" yang menegaskan perpanjangan gencatan senjata itu.
Hamas telah berulang kali memperingatkan, pihaknya tidak akan memperpanjang gencatan senjata, menekan untuk segera mendapatkan apa yang akan memungkinkan untuk mengklaim konsesi dari Israel setelah perang empat pekan yang menghancurkan sejak Juli dan Agustus.
"Perundingan-perundingan telah menghadapi kesulitan karena pihak pendudukan sangat keras kepala, dan perpanjangan 24 jam datang sebagai hasil dari permintaan mediator agar memiliki kesempatan lain," tulis pejabat senior Hamas Ezzat al-Rishq di Twitter.
Lebih dari 2.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 10.000 terluka, karena serangan Israel di wilayah tersebut dimulai pada 8 Juli. Selain korban manusia, serangan Israel juga telah menyebabkan kerusakan masif inftrastruktur Kota Gaza.
Hamas telah berulang kali memperingatkan, pihaknya tidak akan memperpanjang gencatan senjata, menekan untuk segera mendapatkan apa yang akan memungkinkan untuk mengklaim konsesi dari Israel setelah perang empat pekan yang menghancurkan sejak Juli dan Agustus.
"Perundingan-perundingan telah menghadapi kesulitan karena pihak pendudukan sangat keras kepala, dan perpanjangan 24 jam datang sebagai hasil dari permintaan mediator agar memiliki kesempatan lain," tulis pejabat senior Hamas Ezzat al-Rishq di Twitter.
Lebih dari 2.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 10.000 terluka, karena serangan Israel di wilayah tersebut dimulai pada 8 Juli. Selain korban manusia, serangan Israel juga telah menyebabkan kerusakan masif inftrastruktur Kota Gaza.
Foto: imemc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar