Rabu, 17 Juni 2015

Gaza Berduka, Menkes Palestina Wafat

Gaza Berduka, Menkes Palestina Wafat
 
ACTNews, GAZA - Menteri Kesehatan Palestina dr. Mufed Al-Mukhalalaty biasa disapa Abu Ahmad berpulang ke Rahmatullah tadi pagi bada shalat fajr, Senin 23 Juni 2014 (tempo hari saat Indonesia) di kediaman Almarhum.
Almarhum meninggal sebab serangan jantung. Kabar yg di peroleh memang lah diawal mulanya dia pernah menjalani operasi & pengangkatan jantung. Ia meninggal kepada umur Umur 56 thn. Jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Palestina yg terletak di Gaza City & disemayamkan di pemakaman syuhada Gaza City.
Relawan Indonesia di Gaza, Abdillah Onim melaporkan, ribuan masyarakat Gaza yg hadir buat menshalatkan almarhum & seluruhnya petinggi teras Palestina khususnya para dokter dari semua rumah sakit yg menyebar di Gaza berbondong-bondong mengantarkan serta-merta ke pemakaman syuhada.
“Sebelum dishalatkan, mantan Pertama Menteri Palestina Ismail Haniyah Abdul Salam, memberikan ceramah terkait duka yg mendalam tersebut, PM serta menceritakan macam mana kegigihan almarhum dalam memperjuangkan nasib kesehatan rakyat Gaza Palestina, “ujar Abdillah Onim yg ikut hadir menyalatkan jenazah & ikut mengantar jenazah almarhum ke pemakaman.
Dalam sambutannya, Ismail Haniyah memaparkan, Alhamrhum sudah berjasa memperjuangkan supaya sektor ilmu kedokteran & kesehatan bakal direalisasikan di universitas-universitas di Gaza & yg mula-mula kali direalisasikan sarjana kedokteran yaitu di Kampus Islam Gaza, Kampus mutu paling baik ke-4 di seluruhnya Jazirah Ara.
“Almarhum pun yg ajukan proposal serentak ke PM Turki Thayyib Erdogan utk pertolongan Rumah Sakit Turki, donasi segera dari pemerintah Turki yg terletak di Gaza Tengah. diluar itu Almarhum pula terlibat serta-merta jadi dosen bagian Ilmu kedokteran di Kampus Islam Gaza,” papar Ismail Haniyah.
Terhadap 2011, dia dipercayakan, diamanahkan menjabat yang merupakan Mentri Kesehatan Palestina di Gaza, menukar Bassim Naim.
“Dua hri sebelum meninggal, ia berangkat ke salah satu pasar utk menyerahkan bantua senilai 3.000 USD (Rp35 juta), dana pribadi dirinya niatkan utk disumbangkan pada anak yatim & fakir miskin dalam wujud bahan makanan, & bakal dibagika terhadap bln Ramadhan kelak, “ kenang Abdillah Onim.
Ia sempat juga mengatakan rasa syukur & trimakasih atas kecintaan rakyat Indonesia yg sudah tidak sedikit meringankan rakyat Gaza khususnya baik di sektor keehatan ataupun pertolongan yang lain.
“Indonesia merupakan negeri Muslim paling besar didunia, posisi Indonesia amat berperan utama dalam membebaskan tanah Palestina dari jajahan Israel pun bersama-sama utk membebaskan Masjid Al Aqsa kiblat perdana umat Islam. Terima kasih rakyat Indonesia, “ ujarnya. Selamat jalan wahai Mujahid.(dyt/onim)

http://act.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar